Sejak investasi mulai dikenal oleh masyarakat maupun perusahaan sekuritas, Bursa Efek mulai memberikan beragam jenis investasi, mulai dari reksa dana, saham, cryptocurrency, valuta asing, dan obligasi. Umumnya masyarakat yang ingin mendapatkan keuntungan lebih tinggi memilih untuk melakukan investasi saham, namun karena mempertimbangkan besarnya risiko, sebagian dari mereka memilih untuk mencari investasi yang aman seperti pasar uang.

Namun, dari dua pilihan tersebut ditemukanlah sebuah investasi yang berada di antara mereka yakni obligasi. Investasi ini merupakan salah satu instrument keuangan dan dianggap sebagai sekuriti. Sebenarnya pengertian ini serupa dengan saham, meski demikian pemiliknya disebut sebagai pemberi pinjaman atau disebut sebagai kreditur dari penerbit obligasi.

Obligasi memang menarik perhatian banyak orang. Namun sebelum memutuskan untuk membuat atau membeli obligasi, Anda perlu mengenal serta mengetahui jenis, manfaat, contoh serta cara kerja dari obligasi.

Apa itu Obligasi?

Apa itu Obligasi
Image Credit: Modalrakyat.id

Obligasi merupakan sebuah surat utang berjangka menengah atau surat berjangka panjang yang digunakan untuk aktivitas jual-beli. Perusahaan sekuritas membuat obligasi yang berisi janji mereka untuk membayar sejumlah imbalan dalam bentuk bunga pada periode tertentu. Selain itu mereka akan melunasi pokok utang mereka pada akhir waktu yang sudah ditentukan kepada pihak yang membeli obligasi tersebut.

Surat utang ini dijadikan sebagai salah satu bentuk investasi dari Bursa Efek karena dapat memberikan peningkatan dari pertumbuhan nilai investasi. Tidak hanya itu obligasi dianggap sebagai bentuk investasi yang efektif karena memiliki risiko yang stabil serta nilai yang lebih konsisten dibanding saham.

Setiap perusahaan dapat membuat obligasi, mulai dari lembaga negara maupun perusahaan swasta. Obligasi ini digunakan untuk mendapatkan sejumlah biaya berjangka panjang dengan harga yang lebih murah.

Beban nilai perusahaan untuk mengeluarkan saham cenderung lebih berisiko, oleh karena itu perusahaan sekuritas memilih obligasi dengan tujuan meningkatkan sejumlah nilai perusahaan dengan beban biaya lebih murah. DEngan demikian nilai investasi perusahaan akan menjadi lebih stabil serta memperoleh risiko yang sekecil mungkin.

Sejarah Obligasi

Sejarah Obligasi
Image Credit: Market.bisnis.com

Sebagai mana diketahui masyarakat, obligasi merupakan sebuah surat utang yang dikeluarkan oleh perseroan tertentu guna menjadikan modal mereka. Penerbit dari obligasi merupakan seorang debitur sedangkan seorang pemegang surat utang adalah pemberi pinjaman atau yang lebih sering dikenal sebagai debitur.

Adapun sebutan dari kupon obligasi yang berarti bunga hasil pinjaman yang harus dibayar kepada kreditur oleh debitur. Islitah obligasi digunakan beberapa negara sebagai sebutan “surat utang”. Surat utang ini umumnya memiliki jangka waktu jatuh tempo. Sedangkan di negara tertentu menyebutkan obligasi sebagai surat perbendaharaan yang dijadikan sebagai sekuriti berpenghasilan tetap yang memiliki jatuh tempo kurang lebih tiga tahun.

Menyebarnya industri finansial secara global turut membuat obligasi bisa diperjual-belikan secara global. Selain pasar modal dari bursa efek di Indonesia, masyarakat dapat membeli obligasi dari negara asing. Beberapa perusahaan bank, maupun lembaga yang berwenang dapat menerbitkan obligasi dalam bentuk mata uang asing seperti denominasi valuta asing.

Adapun beberapa contoh obligasi yang diterbitkan dari lembaga asing seperti obligasi Eurodollar (penerbit obligasi untuk suatu negara di luar Amerika), obligasi Kangguru (obligasi yang diterbitkan untuk suatu negara di luar Australia), Maple bond (obligasi yang diterbitkan untuk suatu negara di luar Kanada), Samurai bond (surat utang yang dikeluarkan untuk suatu negara di luar jepang), atau Obligasi Formosa (surat utang yang dikeluarkan untuk suatu negara di luar negara Taiwan).

Jenis-Jenis Obligasi

Jenis-Jenis Obligasi
Image Credit: Pelajaran.co.id

Di Indonesia, obligasi memiliki berbagai jenis berdasarkan kriteria tertentu. Berikut akan dijelaskan jenis obligasi secara umum, berdasarkan pembayaran bunga, nominal, dan penerbitnya.

1. Jenis Obligasi Secara Umum

Secara umum obligasi dibagi menjadi tiga jenis yakni obligasi pemerintah, korporasi dan retail.

A. Obligasi Pemerintah

Obligasi pemerintah merupakan jenis obligasi yang dikemas dalam bentuk surat Utang Negara dan diterbitkan oleh Pemerintah RI. Dalam obligasi milik pemerintah, negara akan menerbitkan surat utang dengan kupon tetap dengan seri FR (Fixed Rat) serta obligasi dengan kupon VR(Variable Rate) yang bersifat variabel, serta membuat obligasi dengan prinsip Syariah sehingga mendapat sukuk negara.

B. Obligasi Korporasi

Obligasi korporasi merupakan jenis surat utang yang dibuat oleh perusahaan. Surat utang ini diterbitkan dari korporasi di Indonesia, baik itu perusahaan dari BUMN maupun korporasi non BUMN. Obligasi dari korporasi memiliki kemiripan dengan obligasi pemerintah karena mereka terdiri atas beberapa kupon, yakni kupon tetap, kupon variabel, serta kupon dengan prinsip Syariah.

C. Obligasi Ritel

Obligasi ritel merupakan salah satu surat utang yang diterbitkan dan dibuat oleh Pemerintah lalu dijual ke perusahaan maupun individu dengan menggunakan seorang agen yang ditunjuk oleh pihak Pemerintah. Pada umumnya obligasi jenis ini berjenis Sukuk Ritel atau disebut dengan ORI (Obligasi negara Ritel Indonesia).

2. Jenis Obligasi Berdasarkan Pembayaran Bunga

Berdasarkan pembayaran bunga, terdapat empat jenis yakni Obligasi Zero Coupon Bond, Coupon, Fixed Coupon, dan Floating Coupon.

A. Zero Coupon Bond

Jenis kupon ini merupakan salah satu surat utang negara tanpa bunga serta tidak akan mendapat kupon bonus secara berkala.

B. Obligasi Kupon

Jenis kupon kedua ini merupakan jenis surat utang yang diberikan oleh korporasi maupun pemerintah yang memberikan bunga maupun kupon berkala kepada investor dan para pembeli obligasi.

C. Obligasi Fixed Coupon

Obligasi fixed coupon disebut sebagai kupon tetap. Obligasi jenis ini dianggap sebagai surat utang yang menawarkan beberapa tingkat suku bunga dengan adanya nilai tetap sampai tenggat waktu atau jatuh tempo.

D. Obligasi Floating Coupon

Jenis obligasi ini merupakan sebuah surat utang yang memberikan penawaran berupa kupon yang bisa memiliki perubahan nilai berdasarkan indeks pasar uang yang telah berlaku.

3. Jenis Obligasi Berdasarkan Nominal

Obligasi berdasarkan nominal terdiri atas dua jenis yakni obligasi konvensional dan ritel.

A. Obligasi Konvensional

Obligasi jenis ini merujuk pada surat hutang dengan nominal yang sangat besar. Biasanya 1 slot bisa setara dengan 1 miliar rupiah.

B. Obligasi Ritel

Obligasi jenis ini dimaksudkan dengan jumlah nominal yang cenderung kecil. Biasanya besar nominal dari obligasi jenis ini bisa mulai dari 1 juta rupiah.

4. Jenis Obligasi Berdasarka    n Penerbit

Ada tiga jenis obligasi yang dibagi berdasarkan penerbitnya, berikut daftarnya.

A. Corporate Bonds

Jenis obligasi ini merupakan jenis surat utang yang dikeluarkan dari perusahaan tertentu, baik pemerintah, perusahaan BUMN, maupun perusahaan swasta dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun.

B. Government Bonds

Jenis obligasi ini adalah surat utang khusus yang dikeluarkan oleh pemerintah. Adapun obligasi pemerintah Indonesia yang terbagi menjadi empat jenis diantaranya, obligasi negara ritel Indonesia (ORI), Saving Bond Ritel (SBR), Sukuk Ritel, dan Sukuk Tabungan (ST).

C. Municipal Bonds

Municipal bonds merupakan sebuah obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Jenis obligasi ini digunakan untuk mendanai proyek-proyek atau rancangan pembangunan yang berhubungan dengan kepentingan publik di wilayah mereka.

5. Jenis Obligasi Berdasarkan Imbal Hasil

Jenis obligasi berdasarkan imbal hasil terdiri atas dua jenis yakni obligasi konvensional dan Syariah.

A. Obligasi Konvensional

A. Obligasi Konvensional
Image Credit: Mpotimes.id

Obligasi konvensional madalah sebuah surat utang yang dikeluarkan pemerintah maupun korporasi untuk memperoleh pinjaman sebagai tambahan modal. Pinjaman tersebut akan dibayarkan dan disertai imbal hasil dalam bentuk bunga bagi pihak investor dalam kurun waktu tertentu.

B. Obligasi Syariah

Obligasi ini merupakan salah satu bentuk surat utang yang menjalankan syariat islam. Bentuk obligasi ini menyerupai uang sewa dengan nilai perhitungannya menggunakan imbal hasil tanpa memiliki unsur riba.

Contoh Obligasi

Contoh Obligasi
Image Credit: Accounting.binus.ac.id

Di Indonesia terdapat berbagai macam obligasi, oleh karena itu, berikut adalah beberapa contoh obligasi yang tersebar di Indonesia.

  1. Obligasi perusahaan yang diterbitkan oleh perusahaan pemerintah seperti BUMN.
  2. Surat Utang negara (SUN)
  3. Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Jenis obligasi ini merupakan bentuk surat berharga negara (SBN)
  4. Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), biasanya dibuat oleh pemerintah dan didasarkan oleh Syariah Islam.

Manfaat Obligasi

Manfaat Obligasi
Image Credit: Payok.id

Sebagaimana investasi yang memiliki keuntungan, obligasi juga turut memiliki manfaat. Berikut adalah keuntungan sekaligus manfaat bila melakukan investasi obligasi.

  1. Akan mendapatkan pendapatan tetap (fixed income) berupa kupon.
  2. Memiliki risiko yang lebih rendah dibanding melakukan investasi saham
  3. Biaya penerbitan dari obligasi cenderung lebih murah dibanding menerbitkan saham
  4. Memiliki bunga yang umumnya lebih rendah dibanding mendapatkan bunga dari pinjaman kredit
  5. Biasanya pemegang obligasi tidak berhak ikut campur dengan urusan internal perusahaan. Hal ini disebabkan pemilik obligasi tidak memiliki hak suara. Oleh karena itu Anda tidak perlu khawatir dengan investor dari pihak luar.
  6. Tingkat bunga dari obligasi perusahaan tidak akan mempengaruhi harga obligasi di pasar efek.

Proses Penerbitan Obligasi

Proses Penerbitan Obligasi
Image Credit: Akseleran.co.id

Untuk mengajukan obligasi ke Bursa Efek, umumnya penerbit harus melakukan penjaminan emisi yang disebut dengan underwriting. Proses penjamin emisi ini akan mengharuskan perusahaan sekuritas untuk membentuk sebuah sindikasi untuk membeli seluruh obligasi yang telah diterbitkan oleh pembeli serta menjual kembali kepada para calon investor.

Proses obligasi biasa dilakukan melalui proses pelelangan. Setelah pelelangan telah selesai, investor akan menaruh uang mereka ke perusahaan sekuritas. Dalam kurun waktu tertentu, perusahaan sekuritas akan mengembalikan utang kepada investor beserta memberi bonus berupa kupon atau bunga.

Biasanya obligasi diperdagangkan pada dua yakni pasar primer dan pasar sekunder. Pasar primer merupakan pasar yang digunakan saat obligasi diperdagangkan. Contohnya adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan pasar sekunder merupakan tempat obligasi diperdagangkan setelah tercatat di Bursa EFek Indoensia. Contohnya adalah Over the Counter (OTC) serperti transaksi dengan melakukan interaksi menggunakan perangkat elektronik seperti email, telepon, atau bentuk lain seperti online trading.

Obligasi merupakan salah satu bentuk investasi yang diminati perusahaan sekuritas maupun para investor. Mereka cenderung memiliki nilai investasi yang lebih stabil dari saham dan lebih menguntungkan dibanding reksa dana. Oleh karena itu tidak jarang banyak perusahaan yang lebih memilih obligasi sebagai salah satu bentuk modal berjangka.

Obligasi memang bisa menjadi salah satu pilihan Anda untuk melakukan investasi, risiko yang lebih rendah bisa menjadi salah satu opsi untuk berinvestasi. Selain itu obligasi sendiri terdiri atas beragam jenis, dan memiliki manfaat. Maka dari itu, pertimbangkanlah bentuk investasi ini sebagai tabungan masa depan Anda.