Baru-baru ini, investasi merupakan salah satu bentuk kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Salah satu jenis investasi yang paling popular adalah investasi jangka pendek, karena menawarkan berbagai keunggulan yang menarik. Berikut ini kami sajikan pemaparan lengkap mengenai jenis investasi ini.

Apa itu Investasi Jangka Pendek?

Apa itu Investasi Jangka Pendek
Image Credit: Blog.amartha.com

Investasi jangka pendek merupakan sebuah bentuk investasi dengan memanfaatkan dana dengan nilai tertentu untuk diinvestasikan dalam waktu yang relatif singkat. Secara umum, jangka waktu investasi ini tergolong jauh lebih singkat dibandingkan investasi jangka panjang, yakni rata-rata di bawah 2 tahun. Meski demikian, peluang keuntungan dari jenis investasi ini tak kalah menarik dibandingkan jenis investasi lain yang memerlukan jangka waktu yang lebih lama.

Karena jangka waktunya yang singkat ini, investasi jangka pendek banyak dimanfaatkan sebagai investor pemula yang ingin menambah pengalaman dalam berinvestasi. Selain itu, modal awal yang dibutuhkan untuk investasi tidaklah besar, sehingga cocok bagi investor yang memiliki budget untuk modal yang lebih sedikit. Dengan demikian, pihak investor bisa mendapatkan pemasukan dana tambahan dalam waktu yang relatif singkat.

Jenis Investasi Jangka Pendek yang Aman

Jenis Investasi Jangka Pendek yang Aman
Image Credit: Cekaja.com

Di Indonesia, ada banyak sekali jenis investasi jangka pendek yang dapat dilakukan. Selain itu, karena perkembangan teknologi, kini calon investor dapat memperoleh informasi terbaru mengenai jenis investasi, serta melakukan langkah-langkah awal sebelum mulai berinvestasi dengan mudah secara online melalui jaringan internet. Berikut beberapa jenis investasi jangka pendek terbaik bagi pemula:

1. Trading Saham

Trading Saham
Image Credit: Universalbroker.co.id

Sampai saat ini, banyak orang yang memiliki pandangan keliru bahwa saham merupakan jenis investasi jangka panjang. Sebenarnya, investasi saham sendiri memiliki beberapa jangka waktu yang dapat dipilih, baik jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Biasanya, investasi saham jangka pendek lebih dikenal dengan istilah trading saham. Sebenarnya, istilah trading saham ini sama dengan investasi saham pada umumnya, namun yang membedakan hanyalah jangka waktunya yang cukup singkat, serta porsi saham yang biasanya jauh lebih sedikit.

Meski demikian, saat ini banyak sekali masyarakat yang mulai menggemari trading saham. Hal ini terjadi karena untuk dapat memulai trading saham, caranya sangat mudah, yakni hanya perlu mendaftar di aplikasi jual beli saham yang tersedia di internet. Selain itu, kini modal yang diperlukan untuk mulai trading saham sangatlah kecil, bahkan bisa mulai dari puluhan ribu saja. Oleh karena itu, banyak sekali investor pemula yang memulai pengalaman berinvestasinya dengan mencoba trading saham.

Seperti jenis investasi lainnya, trading saham juga memiliki kelebihan serta kekurangannya sendiri. Berikut adalah kelebihan serta kekurangan dari trading saham.

Kelebihan Trading Saham:

  • Modal awal yang terjangkau – Modal awal dari trading saham sangatlah terjangkau, dan dapat disesuaikan dengan besaran budget pengeluaran untuk modal investasi.
  • Langkah memulai investasi yang mudah – Untuk dapat mulai melakukan trading saham, calon investor hanya perlu mendaftarkan diri melalui aplikasi jual beli saham melalui komputer atau ponsel pintar.
  • Dapat dilakukan secara online – Investor dapat mengamati pergerakan harga, serta memutuskan tindakan baik jual, beli, atau tahan saham dengan mudah melalui internet.

Kekurangan Trading Saham:

  • Fluktuasi harga – Sama seperti jenis investasi saham pada umumnya, trading saham juga kerap mengalami fluktuasi harga setiap waktu. Untuk itu, dibutuhkan perhitungan yang matang dalam menentukan langkah investasi berikutnya.

2. Fintech Peer to Peer Lending

Fintech Peer to Peer Lending
Image Credit: Intanblog.com

Mendengar kata fintech peer to pefer (P2P) lending, pasti salah satu hal yang muncul di benak kebanyakan orang adalah pinjaman online. Ya, sebenarnya jenis investasi jangka pendek yang satu ini berhubungan erat dengan pinjaman online, khususnya sebagai modal usaha UMKM. Namun, di sini pihak investor tidak bertindak sebagai debitur (pihak yang meminjam dana), melainkan sebagai kreditur (pihak yang meminjamkan dana).

Dalam jenis investasi yang satu ini, investor dapat bertindak sebagai kreditur dengan menginvestasikan sejumlah dana untuk dipinjamkan kepada pihak debitur yang mengajukan pinjaman. Di sini, pihak aplikasi atau situs P2P Lending akan bertindak sebagai perantara antara debitur dan kreditur, sehingga proses penyaluran hingga pelunasan dana dapat berjalan lebih aman dan lancar.

Jangka waktu dari jenis investasi ini bergantung pada tenor pinjaman dan dapat ditentukan sendiri oleh pihak kreditur, biasanya mulai dari 6 bulan saja. Pada akhir periode pinjaman, investor akan menerima kembali dana yang dipinjamkan beserta tambahannya yakni suku bunga pinjaman sesuai dengan kesepakatan awal. Berikut adalah rincian kekurangan serta kelebihan jenis investasi ini:

Kelebihan Fintech P2P Lending

  • Keamanan transaksi – Salah satu fitur utama dari jenis investasi yang satu ini adalah keamanannya, di mana pihak penyedia layanan fintech lending akan bertindak sebagai perantara antara investor dan peminjam, sehingga keamanan transaksi dan data pribadi akan sangat terjamin.
  • Dapat dilakukan secara online – Untuk dapat mendaftar serta mengakses informasi terbaru mengenai dana investasi, semuanya dapat dilakukan secara online melalui situs ataupun aplikasi penyedia layanan P2P Lending.
  • Modal awal dapat disesuaikan – Modal awal yang diperlukan untuk dapat menginvestasikan dana di P2P Lending dapat disesuaikan dengan budget modal investasi yang dimiliki oleh investor, sehingga lebih fleksibel.

Kekurangan Fintech P2P Lending

  • Risiko gagal bayar – Salah satu risiko dari investasi jenis ini adalah pihak debitur yang mengalami gagal bayar. Meski demikian, hal ini sangat jarang terjadi karena perantara selalu melakukan pengawasan yang ketat terhadap kesehatan kredit dari pihak peminjam sehingga dapat membayarkan dana yang dipinjam tepat waktu.

3. Deposito

Deposito
Image Credit: Lifepal.co.id

Bagi masyarakat yang sudah lama berhubungan dengan bidang perbankan, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah deposito. Deposito merupakan sebuah jenis simpanan di bank yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu, sehingga pencairan dana hanya dapat dilakukan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya dengan memenuhi persyaratan yang ada. Pada umumnya, jangka waktu deposito cukup pendek, yakni mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan sampai dengan 24 bulan.

Terdapat 2 jenis deposito yang dapat dipilih oleh nasabah, yakni deposito dengan mata uang Rupiah, atau dengan mata uang asing. Biasanya, deposito dengan mata uang asing besaran nilainya akan berubah mengikuti pergerakan nilai mata uang secara keseluruhan pada waktu yang telah ditentukan. Secara garis besar, keuntungan yang bisa didapatkan oleh nasabah melalui simpanan jenis deposito lebih besar dibandingkan dengan simpanan biasa, karena terdapat jangka waktu pencairan. Berikut ini adalah kelebihan serta kekurangan dari deposito:

Kelebihan Deposito

  • Keamanan yang terjamin – Saat ini, pemerintah telah melakukan penjaminan keamanan terhadap dana nasabah yang disimpan di bank sebagai deposito melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Oleh sebab itu, dana nasabah akan aman dan jauh dari hal-hal yang merugikan.
  • Bunga yang besar – Keuntungan lain yang cukup tampak dari deposito adalah bunga yang cukup besar, sesuai dengan suku bunga yang ditetapkan oleh bank tertentu. Biasanya, bunga deposito jauh lebih besar dibandingkan jenis simpanan lainnya di bank.
  • Caranya mudah – Untuk dapat mulai menyimpan dana deposito, nasabah hanya perlu mendaftarkan diri dan menyetorkan dana di kantor cabang bank pilihan terdekat.

Kekurangan Deposito

  • Modal awal yang cenderung besar – Salah satu kekurangan dari deposito adalah modal awalnya yang cenderung lebih besar dibandingkan jenis investasi jangka pendek lainnya, dan biasanya mulai dari jutaan rupiah. Meski demikian, keuntungan yang akan didapatkan juga akan sebanding dengan modal awal yang dikeluarkan.

4. Reksadana

Reksadana
Image Credit: Maxmanroe.com

Sebenarnya, reksadana sekilas sangat mirip dengan investasi saham. Namun, secara keseluruhan, reksadana ini dikelola oleh sebuah lembaga yang disebut sebagai manager investasi. Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa reksadana merupakan wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari pihak investor atau pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio efek yang dikelola oleh manajer investasi.

Ada beberapa jenis reksadana yang dapat diinvestasikan, yakni reksa dana pasar uang, reksa dana saham, serta reksa dana campuran. Melalui investasi reksadana, pemodal akan mendapatkan keuntungan dari investasi sesuai dengan nilai besaran investasi awal, melalui pembagian dividen atau bunga. Dalam hal ini, pihak yang mengelola reksadana, yakni manager saham juga akan mendapatkan imbalan berdasarkan nilai yang telah ditetapkan.

Seperti jenis investasi pada umumnya, investasi reksadana ini juga memiliki kelebihan serta kekurangan yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Berikut ini adalah rangkuman kelebihan serta kekurangannya.

Kelebihan Reksadana:

  • Diversifikasi Risiko – Kelebihan pertama dari investasi reksadana adalah diversifikasi ri Sistem diversifikasi ini dilakukan dengan mengelola uang investor yang dibagi ke berbagai instrumen investasi, sehingga jika terjadi risiko penurunan harga, maka tidak ke semua instrumen investasi mengalami penurunan secara bersamaan untuk menghindari kerugian.
  • Kemudahan investasi – Kelebihan selanjutnya adalah proses investasi yang sangat mudah, karena dikelola sepenuhnya oleh pihak manager investasi. Dalam hal ini, pihak investor tidak perlu melakukan pemantauan dari investasinya secara langsung.
  • Dapat dilakukan secara online – Saat ini, pendaftaran serta keseluruhan proses investasi reksadana dapat dilakukan dengan mudah secara online melalui aplikasi bank tertentu.

Kekurangan Reksadana:

  • Biaya investasi – Salah satu kekurangan utama dari reksadana adalah biaya investasinya yang cukup tinggi, karena harus disertai dengan biaya administrasi dari manager investasi, biaya untuk penyimpanan atau kustodian, serta biaya lainnya. Namun, biaya ini biasanya akan berkurang apabila investasi dilakukan secara online.

5. Surat Utang Negara (SUN)

Surat Berharga Negara (SBN)
Image Credit: Finansialku.com

Surat Utang Negara merupakan sebuah jenis surat berharga berupa pernyataan hutang yang diterbitkan oleh negara bagi para investor dana. Hasil keuntungan dari surat utang negara ini akan dibayarkan kemudian oleh negara kepada pihak investor dalam bentuk bunga yang telah ditetapkan. Sebenarnya, ada beberapa produk lain yang serupa dengan Surat Utang Negara yakni sukuk dan obligasi.

Kelebihan SUN:

  • Keamanan yang terjamin – Salah satu kelebihan utama dari investasi SUN tentunya adalah keamanan yang sangat terjamin, karena dana dikelola secara langsung oleh negara melalui badan pemerintah terkait.
  • Modal awal yang terjangkau – Kelebihan selanjutnya dari SUN adalah modal awal yang cukup terjangkau, yakni dimulai dari 1 juta rupiah.

Kekurangan SUN:

  • Tahapan pembelian – Untuk dapat membeli serta memulai investasi SUN, investor harus melewati beberapa langkah terlebih dahulu, seperti tahap registrasi, pembuatan Single Investor Identification (SID) serta rekening surat berharga, tahap pemesanan SUN, serta tahap pembayaran. Banyak orang menilai bahwa langkah-langkah ini cenderung rumit. Meski demikian, langkah-langkah ini sangat menjamin keamanan dari pihak investor serta dana yang diinvestasikan.

Itulah tadi pemaparan lengkap mengenai jenis investasi jangka pendek yang paling aman dan menguntungkan, mulai dari trading saham, P2P Lending, deposito hingga surat utang negara. Masing-masing dari jenis investasi ini memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing yang perlu diperhatikan serta dijadikan bahan pertimbangan, sehingga investasi dapat membuahkan keuntungan yang maksimal di kemudian hari.