Mengenal Sukuk Tabungan: Cara Kerja, Cara Beli & Keuntungannya

Mengenal Sukuk Tabungan: Cara Kerja, Cara Beli & Keuntungannya

#JadiLebihBijak, mungkin hashtag ini sudah menjadi ciri khas dari sukuk tabungan. Nah, apa itu sukuk? Sukuk itu adalah suatu obligasi berbasis syariah yaitu surat berharga jangka panjang Sementara itu, sukuk tabungan adalah suatu produk investasi berbasis syariah yang ditawarkan oleh pemerintah kepada setiap individu dengan misi yaitu akan membiayai proyek ramah lingkungan di sektor energi, pekerjaan, industri-infrastruktur, kota-komunitas, dan aksi iklim.

Saat ini, Sukuk Tabungan sudah diterbitkan hingga seri ST007. Sama halnya dengan Sukuk Ritel, produk investasi yang satu ini juga dikelola berdasarkan prinsip syariah, yaitu tidak adanya unsur ketidakjelasan, unsur judi, dan unsur riba, yang ketiganya sama-sama diketahui terdapat di syariat Islam yang berlaku. Investasi ini telah diizinkan oleh Dewan Syariah Nasional-MUI, dengan penerbitan yang menggunakan akad wakalah, pemindahan dana untuk program-program pembangunan, selama investor masih hidup. Nah, bagi Anda yang penasaran tentang produk tersebut, silakan disimak info lebih lanjut mengenai Sukuk Tabungan.

Cara Kerja dan Karakteristik Sukuk Tabungan

Cara Kerja dan Karakteristik Sukuk Tabungan
Image Credit: Smart-money.co

Secara umum, berikut ini karakteristik Sukuk Tabungan yang khas dan sedikit berbeda dari Sukuk Ritel dan produk investasi lainnya, yaitu sebagai berikut:

  1. Masa tenor investasi ini hanya sekitar dua tahun
  2. Kupon imbalan yang akan diterima Anda akan mengambang dengan batas minimal, mengikuti pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia.
  3. Tidak bisa diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, sehingga Anda tidak dapat mencairkan imbalan lebih awal. Tetapi, dalam produk investasi ini terdapat fasilitas early redemption untuk memudahkan Anda mencairkan dana investasi sebelum jatuh tempo, dengan syarat kepemilikan awal minimal 2 juta dan maksimal yang dicairkan di awal adalah sekitar setengah dari saldonya. Namun masa pengajuannya hanya 1 tahun setelah mulai berinvestasi.
  4. Tidak ada potensi capital gain karena tidak dapat diperdagangkan.

Secara umum, sukuk ini juga terdapat akad, pernyataan halal dan syariah, dan kupon/imbalan, serta dapat dibeli antara 1 juta hingga 3 miliar. Cara kerja dari investasi ini adalah ketika Anda sudah memutuskan untuk berinvestasi sukuk, maka dana akan diserahkan kepada pemerintah untuk pembelian hak manfaat barang-barang milik negara dan pengadaan proyek terutama berbasis ramah lingkungan. Keuntungan yang didapatkan akan dijadikan sebagai imbal hasil bagi Anda sebagai investor.

Baca Juga:  10 Jenis Investasi Terbaik untuk Investor Pemula

Namun, berbicara mengenai imbalan atau imbal hasil yang akan Anda terima, sifatnya mengambang dengan bunga minimal per tahun dan mengacu pada BI 7-Days Reverse Repo Rate (7-DRRR), yang mana biasanya akan mengalami penyesuaian setiap tiga bulan sekali. Jika terjadi tren kenaikan yang tinggi, maka persentase imbalan pun akan naik pula. Sebaliknya, jika trennya negatif alias turun, maka Anda tetap akan menerima imbalan sesuai ambang batas bawah yang telah ditetapkan. Oh ya, imbal hasil ini diberikan setiap bulan hingga masanya selesai.

Cara Berinvestasi di Sukuk Tabungan

Cara Berinvestasi di Sukuk Tabungan
Image Credit: Bigalpha.id

Jika Anda ingin berinvestasi di Sukuk Tabungan, Anda cukup melakukan empat langkah mendasar: Registrasi, Pemesanan, Pembayaran, dan Konfirmasi.

1. Registrasi

Anda sebagai calon investor harus mengikuti proses pendaftaran melalui sistem elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi. Masukkan data-data yang diminta, antara lain data diri, nomor SID (Single Investor Identification, kode nomor tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh KSEI selaku lembaga penyimpanan-penyelesaian masalah keuangan), nomor rekening dana, dan nomor rekening surat berharga. Jika belum memiliki nomor-nomor tersebut akan dibantu oleh mitra distribusi itu sendiri.

2. Pemesanan

Lakukan pemesanan sukuk ritel, di mana Anda harus membaca syarat dan ketentuan yang disediakan dalam Memorandum Informasi. Lebih menariknya lagi, pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran sukuk ritel itu saja.

3. Pembayaran

Setelah dilakukan verifikasi pada pemesanan Anda, Anda akan mendapatkan kode pembayaran (Billing Code) melalui email ataupun SMS, sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh masing-masing mitra distribusi. Anda harus menyetor dana investasi melalui bank tertentu yang diminta (bisa melalui teller di bank, mesin ATM, internet banking, atau mobile banking) dan dengan batas waktu yang telah ditentukan.

4. Konfirmasi

Setelah pembayaran, Anda akan memperoleh Nomor Transaksi Penerimaan Negara atau yang bisa disingkat NTPN. Notifikasi pemesanan telah berhasil akan dikirimkan, dan Anda akan memperoleh alokasi sukuk ritel pada tanggal penerbitan kelak.

Yang menarik dari sukuk ini adalah hanya bisa dilakukan pemesanan pada saat masa penawaran tertentu saja. Jadi jika diluar masa penawaran maka Anda tidak bisa memesan sukuk ini untuk kebutuhan investasi Anda.

Keuntungan Sukuk Tabungan

Keuntungan Investasi Sukuk Tabungan
Image Credit: Sinpo.id

Lalu, apa saja sih keuntungan yang Anda dapatkan ketika memutuskan untuk berinvestasi di Sukuk Tabungan?

  1. Karena program tersebut merupakan program yang ditawarkan secara langsung oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia, maka setiap pokok dan Imbalan dijamin oleh negara.
  2. Tingkat imbalan bersifat kompetitif dan tetap, bahkan lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN pada umumnya.
  3. Imbalan dapat dibayarkan kepada setiap investor setiap bulannya, namun mengambang mengikuti perkembangan 7-Day Reverse Repo Rate dengan jaminan imbalan minimum (floor) sebesar 5,50% p.a., namun keuntungan yang didapatkan akan lebih besar jika trennya positif. Namun jika trennya negatif maka Anda tidak perlu takut merugi karena akan tetap mendapatkan imbalan minimum dari investasi Anda.
  4. Terdapat early redemption tanpa dikenakan biaya oleh pemerintah untuk kemudahan pencairan dana investasi sebelum jatuh tempo.
  5. Dapat menjadi sarana bagi Anda untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional, khususnya dalam hal lima sektor proyek ramah lingkungan seperti sektor energi; sektor pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi; sektor industri, inovasi, dan infrastruktur; sektor kota dan komunitas; dan sektor aksi pengatasan perubahan iklim.
  6. Jika Anda ingin merasakan investasi tanpa riba-judi, maka Sukuk Tabungan merupakan salah satu pilihan yang cocok karena mengikuti prinsip syariah pada umumnya.
  7. Investasi ini bersifat inovatif dan berkelanjutan demi negara Indonesia yang lebih baik.
Baca Juga:  5 Jenis Investasi Jangka Panjang Terbaik & Menguntungkan

Oh ya, investasi ini dapat diberi secara online sehingga Anda tidak perlu mendatangi kantornya secara langsung karena segala prosesnya telah dipermudah oleh pemerintah. Tetapi, tidak seperti Sukuk Ritel, sukuk ini tidak dapat diperdagangkan secara bebas.

Mitra Distribusi Sukuk Tabungan

Mitra Distribusi Sukuk Tabungan
Image Credit: Dream.co.id

Bagi Anda yang ingin berinvestasi di Sukuk Tabungan, Anda bisa mencoba melalui mitra distribusi berikut:

  • Bank Umum: BNI, BRI, BCA, Mandiri, HSBC, PermataBank, Bank BTN, MayBank, DBS, OCBC NISP, Danamon, Commonwealth Bank, Bank Mega, UOB, CIMB NIAGA, dan PaninBank.
  • Bank Umum Syariah: BRI Syariah, BNI Syariah, Mandiri Syariah, dan Bank Muamalat..
  • Perusahaan efek: BRI Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Sekuritas Sinarmas, dan BAHANA Sekuritas.
  • Perusahaan efek khusus: Tanamduit, Bareksa, dan Invisee..
  • P2P/Perusahaan Financial Technology: Investree, Modalku, dan KoinWorks.

Cara Menghitung Imbal Hasil Sukuk Tabungan

Cara Menghitung Imbal Hasil Sukuk Tabungan
Image Credit: Economy.okezone.com

Bagi Anda yang telah mencoba untuk berinvestasi di Sukuk Tabungan, Anda perlu mengetahui simulasi perhitungan imbal hasil yang akan Anda dapatkan setiap bulannya hingga jatuh tempo. Misalkan pada ST007, menurut Kemenkeu RI, batas ambang bawah dari imbalan yang Anda dapatkan yaitu sebesar 5,50% p.a., dengan BI 7-DRRR 4,00% + spread 150 bps (1,50%). Seperti yang telah Anda ketahui, tingkat imbalan tersebut berlaku untuk periode 3 bulan pertama dan berlaku sebagai imbalan minimal (floor rate), tetapi tetap berlaku sampai jatuh tempo meskipun angka BI Rate berubah naik atau turun.

Nah, bagaimana perhitungannya? Berikut ini terdapat dua skenario cara perhitungan yang bisa Anda pahami.

Skenario 1

Jika pada bulan Januari 2021 BI 7-DRRR ditetapkan sebesar 4,50%, maka untuk periode Februari-Mei 2021, kupon yang berlaku adalah 6,00% p.a. (4,50% + spread 150 bps). Nah, pada saat itu, Anda sedang berinvestasi sebesar 15 juta rupiah – 15 unit.

Maka, imbalan/kupon per unit yang dibayar pertama kali pada bulan Februari 2021 adalah sebagai berikut:

Rp1.000.000 x 1/12 x 6,00% = Rp5.000

Dengan demikian, total imbalan yang akan Anda terima adalah sebagai berikut:

Rp5.000 x 15 unit = Rp75.000

Skenario 2

Anda sedang berinvestasi sebesar 15 juta rupiah untuk 15 unit. Jika pada bulan Januari 2021 BI 7-DRRR turun menjadi 3,50%, maka untuk periode Februari-Mei 2021, kupon yang berlaku tidak ikutan turun, melainkan tetap pada batas ambang bawahnya, yaitu 5,50%.

Baca Juga:  Investasi Saham: Jenis, Cara Kerja dan Keuntungannya

Maka, imbalan/kupon per unit yang dibayar pertama kali pada bulan Februari 2021 adalah sebagai berikut:

Rp1.000.000 x 1/12 x 5,50% = Rp4.583

Dengan demikian, total imbalan yang akan Anda terima adalah sebagai berikut:

Rp4.583 x 15 unit = Rp68.745

Berdasarkan hal-hal di atas, dapat disimpulkan bahwa Sukuk Tabungan merupakan salah satu investasi yang menarik di masa pandemi karena selain aman juga tidak ada unsur riba-perjudian dan dapat menjadi harapan di masa depan, lho! Jadi, apakah Anda sudah siap untuk berinvestasi di Sukuk Tabungan jika ada kesempatan? Semoga bermanfaat!

Related Articles

Bagikan:

Tags