Inilah syarat-syarat yang perlu dipahami ketika mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk rumah komersil dan subsidi.

Membeli rumah dengan KPR sudah menjadi impian dari banyak orang sehingga sangat penting untuk pahami syarat KPR untuk rumah komersil dan subsidi. Proses verifikasinya pun membutuhkan banyak data agar pengajuan kredit terjamin sampai selesai.

Perlu diketahui bahwa ada dua jenis KPR yakni KPR komersil atau non subsidi serta KPR subsidi. Untuk mengetahui perbedaannya dan syarat pengajuan keduanya, simak penjelasan di bawah ini.

Perbedaan KPR Komersil dan Subsidi

Jenis KPR Bank BRI
Photo: Tierra Mallorca/Unsplash

1. Syarat Penerima

Anda bisa pahami syarat KPR untuk rumah komersil dan subsidi dari perbedaan syarat penerimanya. Pada umumnya, siapapun bisa mengajukan KPR komersil diwajibkan karena persyaratannya yang lebih fleksibel dan tidak terikat pada penghasilan.

Berbeda dengan penerima KPR subsidi yang wajib memenuhi batasan penghasilan serta syarat lain seperti tidak memiliki rumah.

2. Besar Angsuran

Perbedaan lainnya bisa dilihat dari besaran angsuran dimana tingkat suku bunga KPR komersial atau konvensional pada syariah cenderung lebih tinggi daripada KPR subsidi hal ini karena pemerintah memberikan syarat tingkat suku bunga 5% tetap selama periode.

3. Jumlah Uang Muka

Pada umumnya, anda perlu menyediakan DP ruang untuk mengajukan KPR komersial antara 10-20% dari harga rumah. Sedangkan pengajuan KPR subsidi, DP yang disiapkan mulai dari 1% dari harga rumah sesuai Keputusan Menteri PUPR.

Dalam hal ini, penerima memperoleh peluang mendapatkan SBUM atau Subsidi Bantuan Uang Muka Rumah sebesar Rp 4.000.000. Hal ini tentu jauh lebih ringan daripada KPR komersil.

4. Harga Rumah

Untuk pahami syarat KPR untuk rumah komersil dan subsidi, anda bisa mengenali perbedaannya dari harga rumah. Rumah KPR subsidi harganya jauh lebih rumah karena tidak dikenakan PPN dan ada subsidi pemerintah.

Adapun batasan maksimal rumah subsidi tahun 2023 paling mahal dibanderol Rp 240.000.000 per unit. Berbeda dengan rumah KPR komersil yang harganya lebih mahal karena tidak ada bantuan potongan harga dari pemerintah.

Keunggulan dan Kelemahan Rumah KPR Komersil

Pilih yang Mana, KPR Syariah atau Konvensional
Photo: Unsplash+/Getty Images

Setelah pahami syarat KPR untuk rumah komersil dan subsidi, anda perlu mengenali apa saja keunggulan dan kelemahannya agar tidak salah pilih. KPR komersil memiliki sejumlah unggulan seperti mudah memperoleh layanan pembiayaan.

Selain itu, promo suku bunganya lebih kecil untuk mengurangi beban pembayaran bulanan. Daripada pembiayaan komersial lainnya, jangka waktunya lebih lama dimana anda bisa mengajukan untuk 20-30 tahun ke depan. Nilai investasinya pun bisa meningkat.

Namun, kelemahan KPR komersil bisa dilihat dari bunganya yang lebih tinggi daripada jenis KPR lainnya sehingga cicilannya lebih tinggi. persyaratannya juga lebih ketat dan memiliki likuiditas lebih rendah daripada hunian biasa. Tanggung jawab yang dibebankan juga besar.

Keunggulan dan Kelemahan Rumah KPR Subsidi

Pahami syarat KPR untuk rumah komersil dan subsidi memang sangat penting. KPR subsidi menawarkan harga rumah dan pembayaran DP yang jauh lebih rendah daripada pasar perumahan konvensional. Suku bunganya juga lebih rendah dari KPR komersial.

Jenis KPR ini juga dilindungi oleh regulasi dan kebijakan pemerintah yang mengatur hak konsumen. Nilai properti hunian subsidi cenderung meningkat. Pengembangan infrastrukturnya juga sering melibatkan pemerintah di sekitar lokasi perumahan.

Namun, dibalik kelebihannya, ada kekurangan yang perlu diketahui. Permintaan rumah subsidi jauh lebih melebihi ketersediaan unit hunian. Beberapa di antaranya juga mengalami masalah berupa kualitas bangunan yang kurang baik.

Sebab, rumah ini biasa digabung di daerah yang jauh dari jangkauan pusat perkotaan atau akses transportasi. Penjualan kembali propertinya juga terbatas. Dengan pahami syarat KPR untuk rumah komersil dan subsidi, anda semakin siap memilih jenis KPR yang sesuai.

Syarat KPR Rumah Subsidi

Pilih yang Mana, KPR Syariah atau Konvensional
Photo: Unsplash+/Getty Images

1. Penghasilan

Tertarik dengan rumah subsidi? Ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi seperti batasan penghasilan, kepemilikan rumah, usia dan lainnya. Biasanya, pemerintah menetapkan batas penghasilan bagi calon pembeli sesuai wilayah dan program subsidi.

2. Kepemilikan Rumah

Kemudian, pemohon juga harus menjadi calon pembeli pertama untuk rumah tersebut atau tidak boleh memiliki rumah lain secara pribadi dan dengan pasangannya. Hal ini agar bantuan tersebut diberikan kepada mereka yang memang benar-benar membutuhkan.

3. Pekerjaan

Syarat lain yang perlu dipenuhi yakni pemohon memiliki pekerjaan yang stabil dengan melampirkan bukti penghasilan atau surat keterangan kerja. Dengan begitu, penerima memang sudah terjamin kemampuan membayar cicilan KPR.

4. Usia

Ada beberapa program KPR rumah yang lebih mengutamakan pemohon dengan batasan usia tertentu. Disamping itu, syaratnya juga wajib warga negara Indonesia dengan menunjukkan bukti kewarganegaraannya.

5. Dokumen

Tidak hanya persyaratan pemohon, ada beberapa dokumen yang perlu dicantumkan untuk mengajukan kredit rumah subsidi. Beberapa di antaranya yakni KTP, slip gaji, rekening bank dan surat pendukung lainnya sesuai lembaga keuangan penyedia KPR.

Syarat Pengajuan KPR Komersil

1. Keuangan

Pemohon rumah KPR komersil juga wajib memiliki pendapatan yang stabil dengan menunjukkan bukti pendapatannya. Pada umumnya, pemohon memiliki pekerjaan tetap atau usaha dengan penghasilan yang cukup membayar cicilan KPR.

Kebanyakan bank meminta pemohon untuk melampirkan laporan keuangan pribadi dengan jelas dan terperinci. Hal ini dilakukan agar mengetahui catatan pemohon seperti aset, tabungan, dan kewajiban finansial lainnya.

2. Batas Umur

Syarat selanjutnya yang perlu diperhatikan yakni batas umur minimal pemohon yang berusia 21-25 tahun. Sebab, bank lebih mengutamakan pemohon dengan kestabilan keuangan yang cukup serta masa kerja yang tercukupi.

3. Catatan Kredit

Syarat KPR komersil berikutnya yakni catatan kredit yang baik. bank memastikannya dari catatan kredit calon pemohon melalui lembaga informasi kredit seperti SLIK atau BI Checking. Dengan catatan kredit baik, peluang pengajuan diterima semakin besar.

4. Kemampuan Membayar

Pemohon juga wajib mampu membayar cicilan KPR setiap bulannya. Bank mengetahuinya dengan menghitung rasio pembayaran yakni perbandingan antara cicilan bulanan dan pendapatan bulanan.

Bank kerap menetapkan batasan maksimal rasio pembayaran tidak lebih 30% dari pendapatan bulanan.

5. Agunan

Perlu diketahui bahwa rumah yang dibeli dengan KPR sudah menjadi agunan bagi bank. Maka dari itu, pemohon memiliki kepemilikan atas rumah yang dibeli sebagai syarat KPR rumah komersil. Bank akan memastikan keabsahan dan kejelasan dokumen kepemilikan.

6. Dokumen Pendukung

Ada beberapa dokumen pendukung yang wajib diserahkan kepada lembaga keuangan seperti fotokopi KTP, NPWP, surat nikah jika ada, dan dokumen tambahan lainnya yang diminta bank.

Cara Mengajukan KPR Rumah

Cara Pengajuan KPR Syariah
Photo: Envato Elements/Thitiphat1985

Tertarik untuk mengajukan KPR rumah? Ada beberapa tahapan yang perlu anda lakukan seperti mempersiapkan pemahaman anda mengenai rumah, kemampuan finansial dan kebutuhan anda. Kemudian, pilihlah bank yang tepat dan siapkan dokumen yang bisa anda ajukan.

Setelah itu, bank akan melakukan penilaian kredit dari dokumen-dokumen yang diajukan. Setelah diterima, anda akan dijadwalkan untuk menandatangani akta kredit rumah. Proses inilah yang mengikat kedua pihak melaksanakan kewajiban sesuai ketentuan KPR.

Dengan pahami syarat KPR untuk rumah komersil dan subsidi, anda akan memperoleh gambaran bagaimana hunian Impian anda. Setelah memastikan kondisi finansial, kredibilitas bank, hunian, kebutuhan dan lainnya, anda bisa mempersiapkan dokumen untuk diajukan.