Trading Crypto memang sedang banyak dilakukan oleh masyarakat di berbagai belahan dunia, karena mampu memberikan peluang keuntungan yang cukup besar. Sebenarnya, seperti apakah seluk beluk dari Trading Crypto ini? Yuk kita simak selengkapnya melalui ulasan di bawah ini!

Sekilas Tentang Cryptocurrency (Mata Uang Kripto)

Sekilas Tentang Cryptocurrency (Mata Uang Kripto)
Image Credit: Mpotimes.id

Secara garis besar, Cryptocurrency memang mirip dengan mata uang fisik yang umum ditemukan masyarakat, dan yang paling membedakannya adalah sifatnya yang digital. Mata uang kripto adalah sebuah jenis mata uang yang digital yang terdesentralisasi, sehingga tidak ada pihak manapun yang mampu mempengaruhi ataupun mengatur peredaran mata uang kripto ini. Sama seperti uang pada umumnya, Cryptocurrency juga dapat digunakan sebagai alat tukar untuk membeli ataupun menjual barang dan jasa, dan juga berpotensi sebagai alat berinvestasi yang menguntungkan.

Saat ini, ada ribuan jenis mata uang kripto berbeda yang sudah resmi beredar di masyarakat. Salah satu mata uang kripto yang paling popular, serta yang paling pertama beredar adalah Bitcoin. Selain itu, ada banyak sekali jenis Cryptocurrency lainnya, seperti doge coin, chain link, ethereum, dan masih banyak lagi, masing-masing dari mata uang kripto ini difokuskan untuk tujuan yang beragam, dengan beberapa dioptimalkan untuk digunakan sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai, dan yang lainnya dirancang untuk transaksi secara pribadi dan langsung.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sifat dari Cryptocurrency memang sepenuhnya digital, oleh karena itu, tidak ada uang fisik baik uang kertas, cek, ataupun koin, serta tidak ada nota tagihan yang terhubung ke kripto yang dimiliki. Sebagai gantinya, para pemilik dapat meyimpan sejumlah uang kripto pada dompet digital, serta membeli atau menjual uang kripto tersebut melalui platform online yang tersedia. Sistem penyimpanan di dompet digital ini terbagi atas 2 jenis, yakni penyimpanan di suatu penyedia layanan dompet digitalkripto, ataupun di hardware fisik seperti USB.

Sekilas Tentang Cryptocurrency
Image Credit: Crypto.markey.id

Salah satu kelebihan utama yang ditawarkan oleh mata uang kripto ini adalah sifatnya yang desentralisasi. Jika kita melihat mata uang tunai lain yang umum beredar di dunia (Dolar AS, Poundsterling, dan sebagainya), kita dapat mengetahui fakta bahwa nilai mata uang tersebut sangat dipengaruhi oleh peran pemerintah bersangkutan. Beda halnya dengan Cryptocurrency, di mana mata uang ini benar-benar bebas dari pengaruh pihak manapun, serta menerima kepercayaan penuh dari seluruh pemegang uang kripto di internet.

Keseluruhan dari transaksi menggunakan Cryptocurrency akan didata pada buku besar terdesentralisasi, yang disebut sebagai blockchain. Blockchain ini berisi database publik dari setiap transaksi, yang tersedia untuk diakses oleh para pemegang crypto lainnya. Oleh sebab itu, setiap kali terdapat transaksi crypto dibeli atau dijual, maka data transaksi tersebut akan ditambahkan ke blockchain.

Meskipun siapa pun dapat berpartisipasi dan mengakses data dalam blockchain, tetapi data dari transaksi individu serta orang-orang yang terlibat di dalamnya benar-benar dijamin keamanannya menggunakan sistem keamanan kriptografi. Selain itu, terdapat proses validasi digital setiap transaksi yang ditambahkan ke blockchain, hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya aksi penipuan ataupun peretasan sistem.

Apa itu Trading Crypto?

Apa itu Trading Crypto
Image Credit: Medium.com

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai Trading Crypto, ada baiknya kita mengenali terlebih dahulu mengenai istilah trading secara lebih mendalam. Seperti yang sudah diketahui, istilah trading dalam Bahasa Indonesia memang merujuk pada kegiatan investasi yang berfokus pada jual beli. Oleh sebab itu, seseorang yang menjalankan kegiatan trading ini kerap dijuluki sebagai trader.

Meskipun sangat mirip dengan bentuk investasi secara keseluruhan, sebenarnya istilah trading ini memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan pertama terletak pada tujuannya, di mana kegiatan investasi lebih berfokus pada keuntungan dalam jangka panjang, sedangkan trading berfokus pada keuntungan dalam waktu yang lebih singkat. Selain itu, biasanya pergerakan nilai valuasi atau harga dari produk trading jauh lebih fluktuatif dibandingkan dengan produk investasi.

Oleh sebab itu, kegiatan investasi dengan memperjual belikan mata uang kripto disebut sebagai Trading Crypto, karena lebih merupakan investasi jangka pendek, serta nilai fluktuasi yang tinggi. Meski demikian, kegiatan trading di mata uang ini masih banyak diminati karena menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Selain itu, langkah awal untuk dapat memulai trading juga cukup mudah, dan produk mata uang kripto dapat disesuaikan dengan modal awal yang ditetapkan.

Secara mudahnya, kegiatan trading kripto ini sebenarnya sama dengan kegiatan trading lainnya, seperti trading saham. Sebagai seorang trader saham, pastinya seseorang berusaha semaksimal mungkin untuk membeli produk saham ketika harga sedang turun, dan menjualnya ketika harga saham tersebut sedang naik. Sama halnya dengan mata uang kripto, di mana orang-orang membeli atau menukarkan uang crypto ketika harga sedang turun, dan menjualnya ketika harga naik agar mendapat keuntungan yang maksimal.

Untuk dapat memulai kegiatan Trading Crypto, seseorang dapat mendaftarkan diri pada platform jual beli mata uang digital. Melalui platform ini, maka kegiatan pembelian, penjualan, ataupun penukaran mata uang kripto dapat berlangsung. Selain itu, di platform ini pengguna juga dapat mengakses informasi lebih lanjut mengenai pergerakan harga mata uang digital agar dapat menentukan langkah tepat untuk ke depannya.

Kelebihan Mengikuti Trading Crypto

Kelebihan Mengikuti Trading Crypto
Image Credit: Bitcoinist.com

Seperti kegiatan investasi ataupun trading pada umumnya, mengikuti Trading Crypto juga memiliki beberapa kelebihan yang patut dijadikan bahan pertimbangan. Berikut adalah kelebihan atau keunggulan yang ditawarkan oleh kegiatan Trading Crypto:

1. Terhindar dari Inflasi

Di dunia perekonomian, inflasi telah menyebabkan banyak mata uang mengalami penurunan nilai dari waktu ke waktu. Namun, hal serupa tidak terjadi pada mata uang kripto, karena pada saat peluncurannya, hampir setiap Cryptocurrency dirilis dengan jumlah yang terbatas, serta dalam waktu yang singkat. Apabila terjadi peningkatan dalam permintaan mata uang kripto, maka nilainya akan meningkat dan dalam jangka panjang akan turut andil dalam mencegah inflasi.

Apabila kita menelisik kegiatan investasi valuta asing, dapat diketahui bahwa nilai dari suatu mata uang tunai dapat menurun dari waktu ke waktu, sehingga cukup merugikan. Oleh karena itu, banyak orang lebih memilih trading kripto karena jauh dari inflasi. Selain itu, mata uang kripto selalu diburu oleh orang-orang, sehingga peluang keuntungan yang bisa didapatkan dapat lebih besar.

2. Jaminan Keamanan yang Tinggi

Seluruh produk investasi pasti memiliki risikonya masing-masing. Salah satu risiko yang sering ditemui oleh para investor atau trader adalah keamanan dari produk investasinya. Hal seperti ini utamanya terjadi pada investasi produk fisik, seperti logam berharga, rumah, ataupun mata uang asing. Kini, banyak orang yang beralih ke investasi digital karena keamanannya yang sangat terjamin.

Privasi dan keamanan sejak awal selalu menjadi perhatian utama dalam Cryptocurrency. Sistem blockchain yang dijalankan utamanya diberikan keamanan ekstra melalui pengkodean yang sangat rumit, sehingga sulit untuk diretas. Oleh sebab itu, hal ini menjadikan Cryptocurrency lebih aman dibandingkan transaksi elektronik biasa.

Jaminan Keamanan yang Tinggi
Image Credit: Worldweeklynews.com

3. Terdesentralisasi

Salah satu keunggulan utama dari Trading Crypto adalah sifatnya yang terdesentralisasi. Sifat desentralisasi ini sangatlah bermanfaat dalam membantu menjaga monopoli mata uang kripto bebas dan terkendali, sehingga tidak ada pihak mana pun yang dapat menentukan aliran dan nilai uang, dan kegiatan trading dapat berjalan secara lebih stabil dan aman. Hal seperti ini memang berbeda dengan investasi mata uang fiat yang nilainya sangat bergantung pada kebijakan dari pemerintah setempat.

4. Mode Transaksi Hemat Biaya

Fitur Cryptocurrency yang paling banyak digunakan adalah transfer uang ke berbagai negara di dunia tanpa batasan geografis. Biaya transaksi yang dibayarkan oleh pengguna dalam transaksi crypto sangatlah kecil, atau bahkan nol. Hal ini terjadi karena kegiatan transfer uang crypto dapat dilakukan secara langsung tanpa menggunakan perantara pihak ketiga.

Keunggulan yang satu ini sangat menjadi nilai plus bagi para trader crypto, karena kegiatan pembelian, penjualan, ataupun penukaran mata uang digital hanya dikenakan biaya administrasi yang rendah, atau bahkan gratis. Dengan cara ini, maka keuntungan yang didapat dari trading bisa menjadi maksimal.

Kekurangan Trading Crypto

Kekurangan Trading Crypto
Image Credit: Martinrio.com

Meski banyak sekali keunggulan yang ditawarkan, namun seperti jenis investasi lainnya, Trading Crypto juga memiliki beberapa kekurangannya. Meski demikian, setiap orang dapat menghindari dampak buruk dari kelemahan ini dengan caranya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa kelemahannya:

1. Tidak Ada Pengembalian Uang atau Pembatalan

Apabila terjadi perselisihan antara kedua pihak yang berkepentingan (penjual dan pembeli), maka uang yang sudah dikirimkan tidak dapat kembali ke pihak pengirim. Selain itu, hal seperti ini juga kerap terjadi jika seseorang mengirim dana ke rekening dompet digital yang salah, ataupun nominal uang yang keliru. Karena tidak ada sistem pengembalian uang, jika seseorang kurang teliti, maka dapat dengan mudah keliru dalam bertransaksi terutama ketika melakukan kegiatan Trading Crypto.

2. Konsumsi Energi yang Tinggi

Kegiatan Trading Crypto dalam skala besar memang membutuhkan banyak daya komputer serta listrik yang tinggi. Hal ini terutama terjadi pada Bitcoin, di mana untuk dapat menambang dan melakukan trading Bitcoin dalam skala besar, dibutuhkan banyak komputer berteknologi canggih serta daya listrik yang tinggi. Seseorang tidak dapat melakukannya di komputer dengan spesifikasi biasa.

3. Risiko Penipuan

Meskipun Cryptocurrency sangat aman, namun masih terdapat beberapa kasus penipuan yang terjadi selama transaksi crypto. Memang, saat ini dapat dikatakan bahwa sistem keamanan dari mata uang kripto sangatlah tinggi, namun seseorang tetap dapat mengalami penipuan oleh pihak lain, terutama dapat dipengaruhi untuk mengirim uang dengan jumlah tertentu. Meski demikian, masing-masing pengguna dapat meningkatkan keamanan dari mata uang kripto yang dimilikinya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Volatilitas Harga

Volatilitas atau ketidakstabilan harga sudah menjadi salah satu kelemahan utama dari Cryptocurrency yang paling banyak diketahui oleh orang-orang. Ketidakpastian harga ini utamanya disebabkan karena kurangnya nilai fundamental serta pembatasan ataupun kebijakan yang ditetapkan. Pasar mata uang kripto sangatlah fluktuatif, serta dapat menghasilkan keuntungan atau kerugian yang cukup signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

Saat ini, Trading Crypto memang sudah menjadi salah satu bentuk investasi yang menjadi primadona di masyarakat. Pada dasarnya, jenis trading ini memang mirip dengan trading lainnya, di mana seseorang dapat membeli Cryptocurrency dengan nilai tertentu ketika harga sedang rendah, dan menjualnya ketika harga tinggi. Hal yang cukup membedakannya adalah trading kripto 100% digital, sehingga sangat mudah untuk dilakukan.

Seperti jenis investasi atau trading lainnya, Trading Crypto juga memiliki kelebihan serta kelemahannya sendiri. Oleh sebab itu, ada baiknya bagi masing-masing pihak untuk lebih bijak dan teliti dalam bertransaksi, sehingga kegiatan trading dapat berjalan lebih aman, dan menghasilkan keuntungan yang lebih maksimal.