Kartu debit dan kredit sekilas memiliki bentuk, penampakan, dan fungsi yang serupa, yakni untuk kebutuhan pembayaran transaksi. Tapi, jika diperhatikan dengan baik, kedua kartu ini justru memiliki banyak sekali perbedaan yang tidak boleh dilewatkan. Apalagi karena sifatnya yang berkaitan dengan keuangan.

Lantas apa bedanya kartu debit dan kartu kredit tersebut? Dari penampilan saja ada beberapa aspek yang cukup berbeda, bahkan definisi hingga pengolahan uang yang dilakukan pun tidak sama. Dengan berkembangnya kebutuhan zaman sekarang dan pentingnya jadi generasi yang pintar, simak dulu tujuh poin perbedaan berikut ini!

Perbedaan Kartu Debit dan Kredit

1. Dari Fisik Kartu

Dari Fisik Kartu
Foto: Unsplash+

Kartu debit biasanya tidak selalu memiliki informasi nama dan masa berlaku pada kartu. Hal ini karena informasi tersebut tidak terlalu relevan dengan proses pembayaran, mengingat debit akan selalu berkaitan dengan satu akun bank. Perbedaan dari kartu debit dan kredit itu yang paling mudah dilihat.

Perbedaan selanjutnya ada di warna, informasi dan chip. Kartu kredit biasanya punya warna yang lebih elegan, seperti warna emas dan silver. Informasi pemilik kartu, nama, hingga kartu masa berlaku pun lebih lengkap. Selain itu, kartu kredit juga memiliki chip. Yang mana sudah sedikit ditemukan di kartu debit yang beralih menggunakan pita magnetik.

2. Biaya Administrasi

Hasil Berinvestasi Emas Batangan Dijadikan Modal Usaha
Foto: Karolina Grabowska/Pexels

Salah satu perbedaan yang paling besar adalah dari sisi biaya administrasi. Layaknya jenis keuangan itu sendiri, maka setiap transaksi dan penggunaan pun ada biaya yang berbeda. Yang paling jelas, kartu kredit memiliki lebih banyak jenis biaya yang harus dibayarkan.

Untuk kartu kredit, biaya yang ditagihkan mencakup administrasi tahunan, over limit, tarik tunai, keterlambatan, pembayaran tagihan, pembatalan cicilan, hingga biaya ganti kartu atau rusak. Semuanya hampir berfokus pada penggunaan.

Sebaliknya, perbedaan kartu debit dan kredit dari segi biaya juga cukup jelas dari sisi debit. Kartu debit cenderung memiliki biaya penggunaan yang lebih sedikit. Namun biaya yang paling banyak lebih berkaitan dengan aktivitas bank dan rekening.

Seperti contohnya biaya pembuatan, transfer, penarikan, administrasi, penutupan rekening, hingga penggantian kartu yang rusak. Cukup berbeda dengan biaya yang dikeluarkan oleh kartu kredit.

3. Kepemilikan Kartu

Pemilihan Bank yang Tepat
Foto: Avery Evans/Unsplash

Kartu debit dimiliki oleh nasabah bank pemegang rekening tabungan atau giro. Sedangkan kartu kredit bisa dikeluarkan oleh pihak lembaga atau bank tanpa harus ada keperluan untuk memiliki rekening tabungan.

Karena itulah tidak jarang ditemukan pengguna kredit yang memiliki lebih dari satu kartu yang diterbitkan oleh berbagai jenis bank. Hal tersebut masih mungkin karena tidak ada keharusan untuk menjadi nasabah. Disitulah perbedaan kartu debit dan kredit utama yang wajib dipahami.

Dari hal tersebut, tidak heran juga jika pengguna kartu kredit pun tidak perlu memiliki PIN khusus atau informasi rekening. Dan sebaliknya, pemilik kartu debit harus memiliki rekening, dan saldo tertentu agar kartu dianggap sah. Bahkan wajib untuk para pemilik kartu debit untuk mengerti nomor PIN ATM yang hanya diberikan saat pembuatan rekening.

4. Ragam Pemakaian

Praktis dalam Transaksi Dapat Dicicil
Foto: Mark OFlynn/Unsplash

Meski sama sama bisa digunakan untuk membeli atau membayar suatu transaksi, Perbedaan kartu debit dan kredit ada di sisi pemakaian. untuk debit, kartu ini adalah alat pembayaran, pemindahan uang, dan alat transfer uang dari satu rekening atau bank ke tujuan lainnya. Jadi masih ada kaitannya dengan saldo dan perlunya akses dana yang tersedia di dalam rekening.

Untuk mengakses rekening itu sendiri, pemegang kartu wajib mengetahui nomor PIN. Nomor PIN tersebut berfungsi layaknya password atau kata kunci. Jika tidak mengetahui PIN maka transaksi tidak bisa dilanjutkan dan selesai.

Sebaliknya, kartu kredit memiliki konsep pinjaman atau bukan kepemilikan dana. Anda bisa memakai kartu untuk banyak kebutuhan, seperti membayar, mentransfer dana, hingga mengambil uang tunai. Namun semua dana tersebut bersifat pinjaman karena Anda tidak memiliki dana secara langsung.

Karena kemudahan pemakaian tersebut, maka kartu kredit pun tidak dianjurkan untuk dipindahtangankan. Mengingat tidak perlu akses dana saldo, dan tidak diperlukannya pin untuk menggunakannya. Hal ini pula ditujukan untuk menghindari penyalahgunaan kartu.

5. Limit Penggunaan

Asuransi Untuk Keadaan Darurat
Foto: Pabitra Kaity/Pixabay

Limit atau batas ternyata menjadi suatu hal yang cukup jelas untuk dipahami sebagai Perbedaan kartu debit dan kredit. Mengapa demikian? Karena limit penggunaan atau batas maksimum transaksi yang diizinkan hanya tersedia atau berlaku pada kartu kredit saja.

Limit penggunaan sendiri biasanya diberikan untuk membatasi transaksi dan menjadi batas ukur kewajaran transaksi. Sehingga bisa digunakan untuk mencegah aktivitas yang merugikan atau mencurigakan.

Dalam hal ini, limit di kartu kredit diberikan sesuai dengan jenis kartu dan kemampuan dari pemilik untuk membayar uang atau dana yang dipinjamkan. Dalam kartu kredit juga terdapat limit transaksi dan pembayaran setiap bulan yang berbeda sesuai dengan kebijakan jenis kartu dan bank.

Sebaliknya, kartu debit tidak memiliki limit atau batas penggunaan. Yang menjadi batas adalah saldo atau dana yang ada di dalam tabungan. Jadi selama masih ada saldo atau dana, kartu tersebut bisa digunakan.

6. Cakupan Fasilitas

Kartu Kredit Dapat Digunakan di Semua Negara
Foto: Bruno Germany/Pixabay

Apa yang dimaksud oleh fasilitas? Satu hal yang wajib jadi kunci Perbedaan kartu debit dan kredit adalah ketersediaan fasilitas yang diberikan oleh kedua kartu tersebut. Fasilitas tersebut bisa mencakup kemudahan penggunaan, transaksi, hingga bonus.

Yang paling sering jadi pembicaraan adalah fasilitas yang diberikan oleh kartu kredit. Biasanya, kartu kredit memiliki penawaran fasilitas yang mencakup bonus, promo diskon, penawaran hadiah, hingga akumulasi poin, serta beberapa benefit lainnya.

Berbeda lagi dengan kartu debit yang tidak terlalu banyak fasilitas bonusnya. Yang paling umum adalah fasilitas pembayaran dan dalam beberapa kasus tertentu adalah promo khusus dengan vendor atau marketplace.

Tidak heran jika kartu kredit pun dinilai lebih tinggi dan juga memiliki fasilitas yang lebih menarik. Namun sekali lagi, kembali pada dasar transaksinya yang berbasis pada pinjaman.

7. Mekanisme Keuangan

Arisan Emas
Foto: Jonathan Borba/Unsplash

Yang wajib menjadi pertimbangan dan pemahaman adalah mekanisme keuangan di balik kedua kartu tersebut. Ada Perbedaan kartu debit dan kredit yang sangat signifikan, yakni sumber dana yang diberikan.

Kartu debit adalah bentuk sederhana dari rekening tabungan. Yang berarti dana yang Anda gunakan adalah jumlah uang tabungan atau saldo yang dimiliki di dalam rekening. Semua transaksi pun akan tercatat sebagai pengambilan atau kredit dari rekening bank.

Sedangkan kartu kredit berfungsi sebagai dana pinjaman yang wajib dibayar kembali. Dana yang Anda gunakan untuk apapun itu menggunakan kartu kredit bukanlah kepemilikan, melainkan kredit atau uang pinjaman ke pihak perbankan atau penerbit. Meskipun dana tersebut bisa ditarik, transfer, atau untuk membeli apapun, akumulasi biaya pun tetap wajib harus dibayarkan (plus biaya lainnya).

Perlu diingat, meski tampak serupa dan fungsinya pun mirip, tapi terdapat perbedaan kartu debit dan kredit yang mampu berefek pada keuangan. Jangan asal menggunakannya. Terutama jika tidak memahami aturan dan konsekuensi yang mungkin saja terjadi. Jadi, pahamilah perbedaan tersebut dengan baik dan hindari kesalahan yang tidak diinginkan.