Kredit tanpa agunan menjadi opsi yang menarik untuk mengajukan pinjaman dengan syarat mudah dan pencairan yang cepat. Inilah cara mudah pengajuan KTA BNI agar cepat disetujui.

Kebutuhan ekonomi yang semakin hari semakin meningkat membuat beberapa orang berpikir untuk mengajukan kredit tanpa agunan. Sistem kredit ini sangat membantu masyarakat khususnya bagi mereka yang membuka usaha atau bisnis baru. Namun, juga tidak menutup kemungkinan kredit ini digunakan untuk memenuhi keperluan lainnya.

Kredit tanpa agunan sendiri merupakan sistem kredit tanpa jaminan yang biasanya ditawarkan oleh lembaga keuangan seperti bank. Bank BNI merupakan salah satu bank yang memberikan layanan KTA. Untuk mengajukan KTA di bank BNI Anda harus melengkapi syarat dan mengikuti alur pengajuan yang telah ditentukan.

Kredit tanpa agunan (KTA) yang diberikan bank BNI tergabung dalam satu produk yaitu BNI Fleksi. Layanan kredit ini memiliki batas atau limit kredit dengan jangka waktu pelunasan yang berbeda. Untuk mendapatkan kredit BNI Fleksi ikuti cara-cara berikut ini.

1. Memenuhi Syarat Umum

Memenuhi Syarat Umum
Image Credit: Cekaja.com

Syarat awal pengajuan kredit yang pertama yaitu dengan memenuhi syarat umum yang diberikan. Syarat yang diberikan tidaklah rumit karena hampir semua memilikinya. Adapun syarat tersebut yaitu Anda seorang warga negara Indonesia yang menetap dan bekerja di Indonesia dan dibuktikan dengan KTP. Pihak bank biasanya meminta fotokopi KTP sebagai syaratnya.

Selain KTP, agar pengajuan KTA bisa diproses ke tahap selanjutnya Anda hendaknya memenuhi batas usia yang diberikan. Minimal usia Anda saat mengajukan KTA yaitu 21 tahun dan batas usia maksimum sekitar 65 tahun yang memiliki penghasilan tetap setiap bulan minimal Rp 2.500.000.

2. Menyerahkan NPWP atau SPT PPh 21

Apabila Anda seorang pegawai atau staff di sebuah perusahaan wajib menyertakan fotokopi NPWP atau SPT PPh 21 sangat mengajukan permohonan KTA. NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak ini digunakan sebagai identitas atau tanda pengenal pembayaran pajak yang nantinya akan digunakan sebagai dokumen pelengkap.

Selain NPWP, bisa juga menyerahkan fotokopi formulir SPT PPh 21 ke pihak bank BNI. Tak jauh berbeda dengan NPWP formulir ini juga berupa laporan pajak penghasilan karyawan. Dokumen tersebut nantinya juga dijadikan sebagai pelengkap dan acuan yang dapat menentukan berhak tidaknya Anda menerima kredit tersebut.

Baca Juga:  Apa itu Kredit Tanpa Agunan (KTA)? Jenis & Manfaatnya

3. Menyerahkan Surat Izin Profesi atau Akta Pendirian Usaha

Menyerahkan Surat Izin Profesi atau Akta Pendirian Usaha
Image Credit: Virtualofficeku.co.id

KTA bank BNI melayani semua kalangan yang ingin mengajukan kredit tanpa jaminan termasuk untuk profesional dan badan usaha. Jika Anda seorang profesional seperti dokter, bidan, ahli gizi dan tenaga farmasi lainnya wajib menyertakan surat izin profesi sebagai syarat khusus pengajuan kredit.

Bagi pedagang atau pemilik usaha baik UMKM maupun profesional wajib menyertakan akta pendirian usaha atau Surat Izin Pendirian Usaha (SIUP). Lembaran tersebut telah ditetapkan oleh bank BNI sebagai syarat khusus agar proses pengajuan kredit tanpa agunan bisa segera dilanjutkan. Oleh karena itu, baik profesional maupun badan usaha pastikan memiliki dan melengkapi dokumen tersebut.

4. Slip Gaji 3 Bulan Terakhir, Kartu Kredit, Rekening Tabungan dan Bukti Penghasilan

Selain menyerahkan fotokopi NPWP, Anda juga wajib menyerahkan fotokopi slip gaji selama 3 bulan terakhir. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa syarat untuk mengajukan KTA adalah seorang pekerja yang memiliki penghasilan tetap baik itu pegawai negeri maupun swasta. Slip gaji tersebut digunakan untuk menentukan kelayakan bahwa pemohon mampu melunasi kredit.

Berbeda dengan pegawai yang cukup menyerahkan slip gaji, maka jika pemohon memiliki usaha wajib menyertakan fotokopi kartu kredit dan rekening tabungan usaha selama 3 bulan terakhir. Sedangkan untuk pekerja profesional cukup mengumpulkan fotokopi kartu kredit dan lembar bukti penghasilan.

5. Rekening Payroll BNI

Rekening Payroll BNI
Image Credit: Duwitmu.com

Apabila pemohon sudah memiliki rekening BNI dan digunakan untuk payroll maka akan mendapatkan kemudahan salah satunya yaitu kecepatan proses pencairan kredit. Pasalnya aktivitas arus kredit dan pembayaran gaji akan terekam secara otomatis di rekening tersebut sehingga tidak perlu lagi repot untuk fotokopi slip gaji.

Selain itu, jika payroll bank BNI dibuat sejak awal proses pengajuan kredit akan lebih cepat diverifikasi. Ada baiknya membuka rekening BNI terlebih dahulu dan gunakan setidaknya 3 bulan lalu ajukan KTA. Oleh karena itu, segera buka rekening dan nikmati fasilitas yang diberikan KTA BNI.

Perlu diketahui bahwa untuk saat ini pengajuan kredit tanpa agunan di BNI, pemohon harus menyalurkan gajinya di rekening BNI. Sebab jika pemohon tidak mempunyai rekening payroll BNI kemungkinan pengajuan KTA BNI Fleksi tidak bisa diajukan atau ditolak.

6. Menyertakan Surat Keterangan Kerja

Untuk membuktikan bahwa pemohon adalah seorang pegawai atau pekerja tetap, maka wajib untuk melampirkan surat keterangan kerja dari instansi terkait. Surat keterangan tersebut berlaku untuk semua pegawai baik pegawai negeri maupun perusahaan swasta. Untuk mendapatkan surat keterangan kerja ini, Anda bisa meminta langsung ke pihak perusahaan.

Baca Juga:  Cara Pengajuan Kredit Tanpa Agunan Maybank

Fotokopi surat keterangan yang wajib disertakan saat pengajuan kredit tanpa agunan di bank BNI karena sudah menjadi ketetapan khusus. Selain surat keterangan kerja, bisa juga meminta surat rekomendasi dari atasan sebagai salah satu alternatif. Surat tersebut juga dapat membuktikan bahwa pemohon tidak memiliki tunggakan atau masalah yang kemungkinan dapat mengganggu proses pembayaran kredit.

7. Melengkapi Surat Pernyataan

Melengkapi Surat Pernyataan
Image Credit: 99.co

Setelah melengkapi beberapa syarat tersebut, bagi pemohon yang menggunakan rekening payroll BNI selanjutnya diwajibkan mengisi surat pernyataan. Adapun surat tersebut berupa pernyataan tertulis yang menyatakan bahwa pemohon tidak akan memindahkan payroll ke rekening lainnya sampai kredit yang diambil lunas.

Ketika proses ini pastikan membaca setiap kalimatnya dengan baik agar tidak terjadi salah paham jika suatu saat terjadi kendala. Pemohon juga bisa menanyakan jika terdapat kalimat asing dan sulit dipahami. Apabila sudah memahami semua maksud isi surat tersebut dan pemohon setuju maka bisa menandatangani di tempat yang sudah disediakan.

8. Melengkapi Formulir

Usai menandatangani surat pernyataan, pemohon berikutnya diminta untuk melengkapi formulir pengajuan kredit. Dalam formulir tersebut biasanya berupa data diri dan beberapa informasi pribadi lainnya. Perhatikan perintah dan instruksi yang harus dilakukan saat mengisi formulir tersebut sehingga data yang diisikan benar-benar valid.

Jika data-data telah diisi dan lengkap maka selanjutnya membubuhkan tanda tangan di bagian akhir. Namun perlu diketahui, sebelum memberikan tanda tangan teliti kembali formulir terbut apakah data yang ditulis tidak terjadi salah ejaan atau sebagainya karena formulir tersebut sangat penting sehingga jangan sampai ada kesalahan yang fatal di dalamnya.

9. Menentukan Limit Kredit yang akan Diajukan

Menentukan Limit Kredit yang akan Diajukan
Image Credit: Farida-asadi.com

Ketika formulir dan berkas-berkas lengkap langkah berikutnya yaitu menunggu proses pengajuan kredit diterima atau diverifikasi oleh bank BNI. Di tahap inilah pentingnya melengkapi seluruh dokumen dan syarat yang telah ditentukan. Apabila proses pengajuan berhasil maka pemohon bisa melanjutkan proses penentuan limit kredit tanpa agunan yang diberikan oleh bank BNI.

Pengambilan limit kredit ini ditentukan oleh bank berdasarkan beberapa pertimbangan. Rata-rata kebijakan kredit yang diberikan yaitu sekitar 30% dari keseluruhan pendapatan. Kredit diberikan atas berbagai pertimbangan, jadi pastikan memikirkan matang-matang sebelum mengambil pinjaman. Adapun batas peminjaman yang diberikan bank BNI yaitu mulai dari 5 juta rupiah hingga 150 juta.

Perlu diketahui bahwa tidak semua pengajuan kredit diterima. Agar proses pengajuan berjalan cepat dan diverifikasi dengan segera hendaknya mengajukan kredit dengan jumlah yang wajar. Memang tidak salah jika mengajukan dengan nominal yang besar, namun bank akan cukup lama memproses pengajuan karena banyak pertimbangan salah satunya yaitu proses pembayarannya.

Baca Juga:  Cara Pengajuan Kredit Tanpa Agunan (KTA) Bank Mandiri

Oleh sebab itu, sebaiknya mengajukan kredit dengan jumlah yang rendah. Selain resiko pembayaran yang rendah terlebih jika mengalami tunggakan biaya cicilan kredit yang dikenakan tiap bulan juga lebih ringan. Sebagai contoh jika Anda memiliki pendapatan dengan rata-rata 10 juta rupiah, sebaiknya jangan mengambil kredit dengan cicilan 3 juta atau lebih setiap bulan.

10. Perhatikan Bunga dan Jangka Waktu Pelunasan

Ketika memilih limit kredit, hal yang harus diperhatikan yaitu bunga yang dikenakan untuk masing-masing jumlah kredit serta tenor atau jangka waktu pelunasan kredit. Adapun perhitungan bunga yang ditentukan oleh bank BNI ini adalah perhitungan efektif per tahun. perhitungan bunga ini cukup menguntungkan bagi pemohon karena bunga dihitung atas dasar sisa pokok pinjaman.

Hitungan bunga tersebut juga didasarkan tenor kredit sehingga jangan heran jika bunga yang diberikan bervariasi. Suku bunga KTA BNI dimulai dari 10,88% hingga 15,59% dengan tenor mulai 1 tahun sampai 15 tahun. Anda bisa memilih cicilan dan menentukan tenor sesuai dengan kondisi dan kesanggupan.

Sebagai informasi jika mengambil tenor lebih lama maka nominal cicilan akan lebih kecil, namun sebaliknya jumlah bunga yang dikenakan jauh lebih besar. Oleh sebab itu, sebelum menentukan kredit pastikan sanggup membayar cicilan beserta bunga yang ditetapkan serta sesuaikan dengan kesediaan membayar dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Perlu diketahui bahwa suku bunga yang diberikan oleh bank BNI ini bisa saja berubah sesuai dengan kondisi market bank dan keuangan nasional. Namun tidak perlu khawatir karena pihak bank tidak akan memberikan perubahan bunga secara tiba-tiba tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

11. Melunasi Biaya

Melunasi Biaya
Image Credit: Linovhr.com

Usai semua proses dilakukan dan Anda berhasil mengajukan kredit tanpa agunan, selanjutnya yaitu melunasi semua biaya penanganan. Selama proses pengajuan ada banyak tahap dan transaksi yang dilakukan. Tahap tersebut harus dibayarkan oleh pemohon beberapa diantaranya yaitu biaya administrasi, biaya provinsi sebanyak 0,5% dari jumlah maksimal kredit dan biaya penutupan rekening.

Ketika pembayaran tersebut dilakukan Anda bisa mencari informasi tentang pembayaran angsuran. Adapun pembayaran cicilan yang digunakan yaitu menggunakan sistem pendebitan dari rekening tabungan BNI pemohon. Seperti kredit pada umumnya, angsuran wajib dibayar secara teratur dan dilunasi sebelum jatuh tempo. Dengan begitu, kredit tidak akan mengalami masalah baik tunggakan atau lainnya.

Kredit tanpa agunan dapat Anda ajukan ke lembaga keuangan salah satunya bank BNI. Bank BNI memiliki produk KTA bernama BNI Fleksi yang mana dalam produk tersebut terdapat layanan kredit dengan suku bunga dan tenor yang berbeda-beda. Agar pengajuan berjalan dengan lancar gunakan cara di atas dan pastikan melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.