Pinjaman online dapat menjadi salah satu langkah jitu saat memerlukan uang untuk keperluan yang mendesak. Pinjaman ini akan memungkinkan Anda memperoleh sejumlah uang dengan melewati platform daring guna keperluan tertentu. Oleh karena itu, apabila ingin mengajukan suatu pinjaman online, pastikan untuk memilih fintech yang sudah terdaftar pada OJK.

Pasalnya, fintech yang sudah terdaftar pada OJK, tentunya dijamin dapat bekerja dengan sebagaimana mestinya. Sehingga, Anda tidak akan mudah terkena modus penipuan yang menawarkan pinjaman online. Mengajukan pinjaman juga tidak mudah, sebab belum tentu cepat disetujui. Oleh karena itu, berikut ini beberapa tips agar pinjaman online yang Anda ajukan bisa lebih cepat disetujui.

Sebetulnya, tidak ada tips yang ribet supaya pinjaman yang Anda ajukan bisa cepat mendapatkan persetujuan. Hanya saja, kebanyakan orang terkadang kurang teliti dan kerap meninggalkan hal-hal kecil yang sebenarnya justru sangat penting. Oleh karena itu, di bawah ini terdapat beberapa tips yang sayang sekali apabila Anda lewatkan.

1. Menyerahkan Data Sesuai Dengan Ketentuan

Menyerahkan Data Sesuai Dengan Ketentuan
Image Credit: Virtualofficeku.co.id

Hal pertama yaitu Anda harus teliti mengenai berbagai data yang diminta oleh pihak penyedia pinjaman online. Tentu saja data yang Anda serahkan juga harus lengkap, urutannya benar, mudah terbaca, dan sesuai dengan permintaan perusahaan. Biasanya, fintech tidak akan meminta data-data tersebut dalam bentuk scan, melainkan harus berupa foto. Oleh karena itu, ingatlah untuk memfoto data secara jelas.

Data-data yang sudah jelas pasti diminta yaitu KTP, SIM, ataupun Paspor yang masih memiliki masa berlaku. Pasalnya, identitas tersebut umumnya akan diperlukan sebagai bukti sah bahwa Anda merupakan WNI (Warga Negara Indonesia). Untuk bisa mendapatkan pinjaman online, memanglah status harus seorang WNI karena mengingat Anda ada di Indonesia.

Selain seorang WNI, Anda harus memiliki domisili yang mudah dijangkau. Akan sangat sulit apabila memaksakan untuk melakukan pengajuan sementara apabila domisili belum dapat dijangkau. Dengan begitu, otomatis pengajuan pinjaman online Anda langsung akan ditolak. Penolakan pengajuan tersebut dilakukan guna meminimalisir adanya data curang yang sudah diberikan oleh calon nasabah.

Selain itu, usahakan pula untuk memberikan dokumen serta data yang tidak terdapat perbedaan nama peminjam dan pemilik dari rekening. Pasalnya, hal ini sangatlah penting dan juga cukup krusial. Kesalahan pada nama inilah yang juga kerap menjadi penyebab pinjaman online tidak disetujui saat ada pasangan suami istri akan mengajukan pinjaman secara online.

2. Memahami Syarat dan Ketentuan yang Berlaku

Image Credit: Tri.co.id
Image Credit: Tri.co.id

Sebelum mengajukan berbagai pertanyaan terhadap costumer service, maka alangkah baiknya apabila Anda membaca seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku secara cermat. Memang, rasanya membaca merupakan suatu hal yang sedikit melelahkan untuk sebagian masyarakat Indonesia. Namun, perlu diketahui bahwa terdapat banyak poin penting yang akan tertulis di sana.

Anda pun hanya perlu memahami setiap poin secara cermat dan saksama, termasuk juga apabila terdapat tanda bintang dua, bintang satu, dan sebagainya. Biasanya tanda-tanda tersebut akan dipakai dalam menyematkan beberapa keterangan tambahan. Apabila terdapat hal yang kurang Anda pahami, maka barulah untuk bertanya terhadap customer service.

Nah, dengan memahami syarat dan ketentuan yang berlaku tersebut, maka Anda bisa dengan mudah menjawab pertanyaan saat verifikasi pengajuan yang dilontarkan oleh penyedia pinjaman apabila terdapat keperluan tertentu. Oleh karena itu, jangan sampai mengabaikan tips yang satu ini.

Syarat dan ketentuan lainnya bisa juga berupa rentang usia orang yang melakukan pengajuan peminjaman online. Rentang usia yang boleh mengajukan peminjaman online yaitu antara 21 tahun hingga 60 tahun saja. Usia itu sudah masuk kategori produktif serta menjadi standar orang untuk mulai bekerja dan pensiun.

Jadi, saat usia calon peminjam di luar rentang tersebut, maka akan dipastikan tidak memperoleh persetujuan secara cepat. Akan tetapi, terdapat juga beberapa penyedia pinjaman online yang menerima nasabah usia mulai 18 tahun. Alasannya karena sekarang ini sudah banyak sekali anak muda yang telah mempunyai penghasilan melalui menjadi seorang content creator ataupun telah bekerja sambil kuliah.

3. Mempertimbangkan Dampak Dalam Jangka Panjang

Mempertimbangkan Dampak Dalam Jangka Panjang
Image Credit: Liputan6.com

Supaya pinjaman online yang Anda harapkan bisa segera disetujui dalam waktu yang cepat, maka perlu juga untuk mempertimbangkan dampak dalam jangka panjang. Pasalnya utang-piutang terkadang tidaklah sesederhana seperti meminjam dan mengembalikan sejumlah uang saja, terlebih lagi apabila nominalnya terbilang besar.

Misalnya saja, Anda akan mengajukan pinjaman mencapai 5 juta rupiah, maka wajib juga mempertimbangkan berbagai hal. Hal-hal tersebut bisa berupa besaran penghasilan dalam sebulan, tenor, hingga keperluan yang harus Anda penuhi. Hal tersebut dimaksudkan supaya Anda tidak kesulitan ketika melakukan pelunasan nantinya.

Sebelum menyetujui suatu pengajuan pinjaman, umumnya perusahaan akan melakukan penilaian terhadap kekuatan ekonomi Anda guna memperkirakan kesanggupan melunasi cicilan. Oleh karena itu, pastikan untuk mengajukan pinjaman online guna hal-hal yang produktif.

Anda pun juga harus dapat memastikan apabila cicilan tak akan terlambat. Indikasi dari syarat ini merupakan manajemen keuangan yang akan Anda lakukan. Saat verifikasi pun dapat dicek melewati lalu lintas dana di rekening dan gaji yang Anda terima. Hal yang dilihat adalah apakah terdapat banyak potongan ataupun gaji full yang diterima setiap bulan di rekening Anda.

Maka juga tidak heran apabila terkadang slip gaji juga menjadi dokumen yang harus dipersiapkan. Dokumen ini umumnya diminta guna melihat apakah layak untuk menjadi nasabah dan apakah gaji Anda sesuai dengan UMR daerah atau bahkan lebih tinggi. Umumnya juga Anda akan diminta mengenai informasi gaji dalam tiga bulan terakhir.

Untuk Anda yang bekerja secara mandiri atau freelancer pun memiliki kesempatan untuk mendapat persetujuan memperoleh pinjaman selama memiliki penghasilan tetap serta mempunyai NPWP. Oleh sebab itu, tak selamanya syarat yang dibutuhkan untuk melakukan pengajuan pinjaman online itu hanyalah sebatas pada memiliki slip gaji saja.

4. Mengajukan Kredit Melewati Peer to Peer Lending Terpercaya

Mengajukan Kredit Melewati Peer to Peer Lending Terpercaya
Image Credit: Konsultanku.co.id

Apabila di bank, maka proses pengajuan kredit umumnya akan lebih ribet karena harus melewati proses verifikasi yang cukup panjang. Oleh karena itu, terdapat banyak calon debitur yang akhirnya gagal, khususnya yang dari perseorangan atau kalangan UMKM. Selain itu, pengajuan pinjaman dengan melewati koperasi pun tidak bisa terlalu banyak membantu.

Hal tersebut disebabkan karena pencairan yang diperbolehkan juga tidak dapat terlalu besar. jika keluar dari kedua pilihan tersebut, maka muncul peer to peer lending yang dapat memungkinkan Anda melakukan pengajuan pinjaman secara online dan tentunya terpercaya. Pihak dari peer to peer lending akan mempertemukan Anda dengan kreditur.

Sehingga, kedua pihak tersebut akan sama-sama merasa diuntungkan. Prosesnya sendiri pun dapat berlangsung dengan cara daring, namun harus tetap memperhatikan asas yang telah disepakati sebelumnya. Akan tetapi, karena dilakukan secara online, maka Anda tidak boleh sampai sulit untuk dihubungi.

Jika Anda sulit dihubungi, tentu akan membuat kreditur akan berpikir ulang untuk memberikan Anda pinjaman. Jadi, Anda pun harus memastikan bahwa smartphone selalu standy serta aktif saat terdapat konfirmasi yang berasal dari pihak pinjaman online supaya bisa cepat disetujui.

5. Memperhatikan Rekam Jejak Kredit Anda

Memperhatikan Rekam Jejak Kredit Anda
Image Credit: Finpedia.id

Fintech tentunya akan meminta bukti rekam jejak kredit di bank yang lain guna memastikan bahwa Anda merupakan seseorang yang dapat dipercaya. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk memastikan bahwa Anda tidak memiliki masalah dengan hal yang satu ini. Umumnya, apabila fintech melihat sesuatu yang dirasa kurang beres, misal keterlambatan dalam pembayaran cicilan di bank ataupun melewati tanggal periode.

Maka, pihak fintech tidak akan segan-segan untuk langsung saja menolak pengajuan Anda tersebut. selain itu, apabila Anda juga bermasalah dengan kartu kredit, maka terdapat kemungkinan bahwa pengajuan pinjaman online akan ditolak. Biasanya, utang kartu kredit sendiri dibagi menjadi lima kualitas, yaitu macet, diragukan, kurang lancar, dalam perhatian khusus, dan lancar.

Oleh sebab itu, supaya bisa disetujui, maka pastikan bahwa tagihan Anda tidak sampai ada di status yang kurang lancar. Selain itu, secara umum juga pastikan bahwa Anda tidak mempunyai masalah yang berhubungan dengan berbagai lembaga keuangan lainnya.

Kemudian, alangkah baiknya juga apabila Anda menghindari untuk mengajukan pinjaman di atas limit yang telah disetujui oleh pihak pinjaman online. Sehingga, Anda harus benar-benar memastikan dengan tepat bahwa jumlah pinjaman yang diajukan tidak terlalu besar supaya bisa cepat disetujui.

Nah, itu tadi beberapa tips agar pinjaman online yang Anda ajukan bisa cepat disetujui. Dengan begitu, Anda sudah tidak perlu bertanya-tanya lagi kenapa pengajuan pinjaman tidak kunjung mendapatkan persetujuan. Dengan mengikuti tips yang telah disebutkan di atas, dijamin Anda akan terhindar dari penolakan dari penyedia pinjaman online.