Sertifikat deposito merupakan produk yang ditawarkan credit union atau bank yang menyajikan premi suka bunga yang dijadikan imbalan untuk pelanggan yang bersedia meninggalkan setoran lump-sum tanpa tersentuh dalam jangka waktu yang sebelumnya sudah ditentukan. Hampir seluruh lembaga keuangan telah menawarkan hal ini, walaupun tergantung syarat sertifikat deposito masing-masing.

Sertifikat deposito juga dapat dikatakan investasi yang lebih konservatif dan lebih aman dibandingkan obligasi dan saham. Menawarkan suatu peluang pertumbuhan lebih rendah, namun dengan tingkat pengembalian yang terjamin tidak akan fluktuatif. Untuk membuka jenis deposito ini juga sangat serupa jika Anda akan membuka suatu rekening bank standar apapun.

Syarat Membuka Sertifikat Deposito

Syarat Membuka Sertifikat Deposito
Image Credit: Simulasikredit.com

Apabila sudah mengetahui pengertian tentang sertifikat deposito dan Anda merasa tertarik untuk membukanya, maka Ana bisa mempersiapkan beberapa persyaratannya terlebih dahulu. Persyaratan untuk membuka sertifikat deposito sendiri telah terbagi menjadi dua, yakni secara perorangan dan juga badan usaha.

✓ Secara Perorangan

Apabila Anda akan membuka deposito secara perorangan atau individu, maka hal pertama yang harus dilakukan yaitu mengisi formulir pembukaan rekening deposito dahulu. Ketika mengisi formulir tersebut, diwajibkan untuk memberikan data yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu, setelah mengisi formulir, jangan lupa untuk mengecek kembali supaya tidak ada kesalahan dalam data.

Setelah itu, Anda wajib menyerahkan berkas berupa fotokopi kartu identitas diri. Kartu identitas diri yang dimaksudkan bisa berupa KTP, SIM, ataupun paspor. Namun, pilih salah satu saja dari ketiga kartu identitas tersebut, lalu di fotokopi. Perlu diingat bahwa fotokopi kartu identitas tersebut wajib yang masih berlaku.

Anda juga harus menyerahkan berkas berupa fotokopi NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak. NPWP ini akan digunakan sebagai tanda pengenal untuk diri Anda ataupun identitas wajib pajak untuk melakukan hak dan kewajiban dalam perpajakan. Hal yang paling penting yaitu nama Anda tidak boleh tercantum di dalam Daftar Hitam Bank Indonesia.

✓ Secara Badan Usaha

Syarat untuk dapat membuka sertifikat deposito secara badan usaha sebenarnya tidak jauh berbeda apabila dilakukan secara perorangan. Tentunya, hal pertama yang harus Anda lakukan yakni mengisi formulir aplikasi untuk pembukaan rekening deposito. Pastikan untuk mengisi data pada formulir tersebut dengan benar supaya tidak terjadi berbagai hal buruk yang tidak diinginkan nantinya.

Kemudian, Anda akan dimintai fotokopi kartu identitas diri. Biasanya kartu identitas diri bisa berupa KTP,SIM, ataupun paspor yang masih memiliki masa berlaku. Tidak lupa juga Anda wajib menyiapkan fotokopi akta pendirian dan perubahannya beserta susunan pengurus badan usaha yang terbaru. Jadi, apabila akta usaha belum ada, maka segera uruslah terlebih dahulu.

Selain itu, persiapkan juga berkas berupa fotokopi izin usaha yang lainnya seperti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), SITU (Surat Izin Tempat Usaha), ataupun TDP (Tanda Daftar Perusahaan). Fotokopi surat penunjukan atau pengangkatan sebagai pengurus juga menjadi salah satu berkas yang tidak boleh ketinggalan.

Setelah itu, sama seperti secara perorangan, Anda juga wajib memiliki fotokopi NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak. Hal terakhir dan yang sangat penting adalah nama Anda juga tidak boleh terdapat di dalam Daftar Hitam Bank Indonesia.

Hal yang Wajib Diperhatikan Ketika Memilih Sertifikat Deposito

Hal yang Wajib Diperhatikan Ketika Memilih Sertifikat Deposito
Image Credit: Rumah.com

Terdapat berbagai kelebihan yang dapat Anda peroleh saat memilih sertifikat deposito untuk melakukan investasi. Oleh karena itu, tidak heran apabila banyak sekali orang yang tertarik melakukan investasi yang satu ini. Akan tetapi, terdapat berbagai macam hal yang tetap wajib Anda perhatikan saat akan memulai investasi deposito ini.

1. Institusi

Credit union atau bank tempat dimana Anda membuka sertifikat deposito tentunya akan menentukan suatu aspek perjanjian. Nah, aspek perjanjian tersebut misalnya saja seperti EWP (penalti penarikan awal) dan apakah deposito Anda akan dapat secara otomatis diinvestasikan apabila Anda tak memberikan petunjuk lainnya pada saat sudah jatuh tempo.

Pilihlah bank atau credit union yang mempunyai reputasi terpercaya dan baik. pasalnya, nominal yang akan Anda keluarkan bukanlah sedikit, sehingga dapat menjamin kenyamanan dan keamanan Anda dalam melakukan investasi.

2. Prinsipal

Hal selanjutnya yang harus Anda perhatikan terlebih dahulu apabila berminat untuk melakukan investasi sertifikat deposito yaitu prinsipal. Dengan adanya pengecualian pada beberapa deposito khusus yang satu ini merupakan jumlah yang Anda setujui untuk disimpan ketika Anda membuka deposito.

3. Jangka Waktu

Jangka waktu merupakan periode yang Anda sepakati dalam membiarkan dana untuk disimpan guna menghindari penalti apapun. Penalti tersebut misalnya saja seperti sertifikat deposito enam bulan, satu tahun, 18 bulan, dan sebagainya. Sedangkan, jangka waktu berakhirnya yaitu “tanggal jatuh tempo”. Nah, saat deposito Anda sudah sepenuhnya jatuh tempo dan Anda bisa menarik dana tanpa penalti.

4. Suku Bunga

Salah satu hal yang wajib diperhatikan saat Anda akan melakukan suatu investasi sertifikat deposito adalah suku bunganya. Suku bunga dalam jenis yang satu ini merupakan suku bunga yang terkunci. Hal tersebut berarti bahwa suku bunga yang telah ditetapkan harus positif sebab memberikan tingkat pengembalian jelas dan bisa diprediksi dalam periode tertentu.

Oleh karena itu, Bank nantinya tidak bisa mengubah kurs serta dalam hal yang satu ini akan berpengaruh dengan penghasilan. Di sisi lain, pengembalian tetaplah bisa merugikan apabila harganya kemudian naik serta Anda kehilangan kesempatan untuk bisa memanfaatkan sertifikat deposito yang sudah membayar lebih tinggi. Jangan lupa untuk terus memperhatikan suku bunga yang telah ditetapkan.

Berbagai Keuntungan Mempunyai Sertifikat Deposito

Berbagai Keuntungan Mempunyai Sertifikat Deposito
Image Credit: Arespedia.com

Sebelum membuka sertifikat deposito, Anda perlu mengetahui apa saja keuntungan yang bisa diperoleh apabila mempunyai jenis deposito ini. Banyak sekali orang yang sudah merasakan berbagai keuntungan dari deposito ini. Oleh karena itu, berikut ini beberapa keuntungan yang wajib untuk Anda ketahui apabila mempunyai sertifikat deposito.

1. Investasi yang Mudah

Keuntungan yang pertama yaitu sertifikat deposito merupakan salah satu jenis investasi yang terbilang cukup mudah. Hal itu karena deposito telah memberikan kemudahan berupa penerimaan semua jenis mata uang yang akan didepositkan dan tentunya menyesuaikan dengan kebijakan bank yang bersangkutan.

Mata uang seperti Euro, Poundsterling, Dollar, serta beberapa mata uang yang lainnya bisa diterima oleh Bank besar yang telah menyediakan produk deposito yang satu ini. Oleh karena itu, bagi Anda yang sering menerima atau menggunakan beberapa mata uang yang berbeda, maka tidak perlu repot lagi untuk menukarkan mata uang terlebih dahulu.

2. Keamanan yang Dijamin LPS

Keamanan merupakan salah satu alasan penting kenapa banyak orang yang lebih memilih deposito untuk investasinya. Adanya jenis investasi tersebut memberikan rasa aman terhadap masyarakat sebab uang disimpan dengan bentuk deposito langsung yang dijamin oleh negara.

LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) inilah yang akan menjamin deposito milik nasabah sampai mencapai dua milyar serta dengan tingkat suku bunga tertinggi. Dengan begitu, deposito terbilang relatif lebih aman khususnya untuk Anda sebagai pemula di dunia investasi. Oleh karena itu, Anda tidak perlu merasa khawatir lagi dengan keamanannya.

3. Proses Administrasi

Untuk dapat melakukan suatu pembukaan rekening deposito umumnya membutuhkan syarat yang cukup banyak dan panjang. Akan tetapi, beberapa bank saat ini telah ada yang menawarkan deposito dengan cara online.

Namun, Anda harus masih melengkapi beberapa persyaratan yang diberlakukan. Di dalam deposito online itu, Anda bisa menentukan jumlah besaran dana yang nantinya akan didepositkan dan dengan jangka waktu yang disesuaikan dengan keperluan dana tersebut.

4. Manfaat Suku Bunga

Keuntungan yang selanjutnya dari mempunyai sertifikat deposito yaitu suku bunga yang cukup kompetitif. Suku bunga yang disediakan oleh deposito pin terbilang cukup kompetitif daripada dengan produk tabungan.

Nah, perbandingan pada suku bunga deposito dan suku bunga tabungan tersebut juga terbilang cukup jauh, yaitu hampir tiga kali lipat. Hal yang satu ini juga merupakan alasan kenapa beberapa orang lebih memilih untuk deposito berjangka untuk jenis investasinya daripada produk tabungan.

5. Jangka Waktunya Cukup Fleksibel

Jangka waktu yang terbilang cukup fleksibel merupakan salah satu keuntungan yang menarik minat banyak orang untuk bisa memiliki sertifikat deposito. Pasalnya, dengan waktu yang relatif fleksibel tersebut, maka Anda bisa bebas untuk melakukan investasi dalam jangka yang panjang maupun jangka yang pendek sekalipun.

Berdasarkan peraturan yang berlaku hingga saat ini, telah dijelaskan bahwa lama waktu yang dibutuhkan untuk sertifikat deposito sendiri yang paling singkat adalah 1 bulan. Sedangkan, untuk waktu yang paling lama untuk deposito yaitu hingga 36 bulan.

6. Sertifikat Dapat Diperjualbelikan

Sertifikat deposito pada umumnya tidak akan diberi nama sesuai dengan nama nasabahnya. Oleh karena itu, tidak heran apabila deposito tersebut nantinya dapat Anda perjualbelikan kepada orang lain ataupun pihak tertentu.

Selain diperjualbelikan kepada orang lain, ada pilihan lain yaitu bisa menjadikan sertifikat ini sebagai jaminan kredit. Tentunya, keuntungan yang satu ini sangat membantu Anda dalam masalah keuangan.

7. Risiko yang Rendah

Pertimbangan terakhir yang tidak boleh dilewatkan begitu saja ketika seseorang memilih untuk melakukan deposito berjangka untuk investasinya yaitu karena risiko yang tergolong rendah. Investasi dengan sertifikat deposito berjangka ini memanglah salah satu yang memiliki tingkat risiko paling rendah daripada berbagai macam jenis investasi yang lain, seperti saham.

Akan tetapi, tingkat risiko tersebut juga bisa saja terjadi peningkatan jika beberapa hal seperti krisis ataupun masalah politik di dalam suatu negara berkembang. Namun, sertifikat deposito sendiri juga tergolong cukup kuat apabila menghadapi kondisi berupa naik dan turunnya pasar uang serta pasar modal. Oleh sebab itu, deposito dapat dianggap menjadi jenis investasi tingkat risiko rendah.

Nah, itu tadi berbagai macam hal yang berkaitan dengan sertifikat deposito yang wajib untuk Anda ketahui. Sebelum membuka deposito ini, jangan lupa untuk selalu memastikan bahwa Anda sudah memilih bank atau credit union yang terpercaya dan mempunyai keuntungan yang jelas. Hal tersebut dimaksudkan supaya Anda tidak salah pilih yang bisa menyebabkan mengalami kerugian besar.