Reksadana Pendapatan Tetap: Jenis, Cara Kerja, Keuntungan & Resiko

Reksadana Pendapatan Tetap: Jenis, Cara Kerja, Keuntungan & Resiko

Reksadana merupakan salah satu bentuk instrumen investasi yang banyak dikenal masyarakat luas karena kelebihannya. Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa Reksadana memiliki risiko yang paling minim. Dibalik itu, ada keuntungan besar yang menanti setiap investor. Dari beberapa jenis yang ada, Reksadana Pendapatan Tetap adalah salah satu yang menguntungkan.

Selain menguntungkan, Reksadana juga dikenal aman karena dikelola manajer investasi profesional yang selalu dalam pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Bukan hanya itu, instrumen investasi ini sangat mudah dalam hal pencarian dana yang ditarik investor, dalam artian tidak terlalu berbelit. Akan tetapi tentunya harus sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Ada empat jenis Reksadana secara umum, sebenarnya semuanya memiliki potensi keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Akan tetapi kali ini kita lebih fokus pada satu jenis dengan mengupas pengertian, cara kerja, dan apa saja keuntungan yang didapat. Dibalik keuntungan, tentu ada risiko yang juga akan menjadi pembahasan utama kita kali ini.

Pengertian Reksadana Pendapatan Tetap

Pengertian Reksadana Pendapatan Tetap
Image Credit: Qoala.app

Mungkin anda pernah mendengar mengenai Reksadana Saham dan Reksadana Pasar Uang yang juga merupakan jenis lain dari Reksadana. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing dengan tingkat risiko yang minim. Sebenarnya untuk Reksadana Pendapatan Tetap juga demikian, hanya saja masih banyak yang belum mengetahui keuntungan yang didapatkan.

Jenis investasi ini lebih memprioritaskan efek hutang untuk penempatan modal yang didapatkan dari investor. Artinya, dana yang didapat dari kumpulan pemodal akan dibelikan surat hutang atau obligasi yang jatuh tempo nya lebih dari satu tahun. Berbeda dengan Reksadana Pasar Uang yang memiliki periode nya kurang dari satu tahun.

Meskipun terdapat periode yang telah ditentukan, namun jenis ini tetap memberikan keuntungan rutin bagi investor. Sebut saja jika anda ingin mendapatkan keuntungan selama 1 bulan sekali atau tiga bulan sekali. Itulah alasan utama kenapa dinamakan Reksadana Pendapatan Tetap.

Nilai investasi yang berlaku minimal 80% dari semua aset yang dimiliki. Anda tidak perlu melakukan apapun setelah menanamkan modal di sana. Hal ini dikarenakan semuanya telah dikerjakan oleh manajer investasi. Anda hanya duduk dan menunggu laporan hasil kerja yang biasanya dikirimkan setiap bulan. Meski demikian, anda bisa tetap memantau perkembangan dari nilai yang didivestasikan.

Baca Juga:  5 Reksadana Pasar Uang Terbaik untuk Investor Pemula

Jenis Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis Reksadana Pendapatan Tetap
Image Credit: Bisniskuy.com

Reksadana Pendapatan Tetap masih dibagi menjadi beberapa jenis, lebih tepatnya adalah perusahan investasi yang menangani. Mengetahui apa saja jenisnya sangat penting dilakukan agar tidak salah memilih instrumen investasi yang bisa mengakibatkan kerugian. Meskipun minim, namun risiko kerugian tetap ada untuk semua jenis investasi.

Meskipun kinerja dari setiap jenis berbeda setiap tahunnya, namun anda bisa melihat perkembangan dari mereka. Perusahaan pengelola modal yang terbaik adalah dengan selalu mendapatkan kenaikan setiap tahunnya. Berikut adalah beberapa jenis Reksadana Pendapatan Tetap dengan peningkatan kinerja tertinggi!

1. Mega Dana Pendapatan Tetap

Produk yang pertama adalah Mega Dana Pendapatan Tetap dengan tingkat kenaikan persentase signifikan pada tahun 2020 lalu, yakni sebesar 19,46%. Jenis Reksa Dana ini diluncurkan pertama kali pada tahun 2017 dan bertahan hingga sekarang. Jumlah dana kelolaan hingga saat ini lebih dari 137 miliar rupiah.

2. MNC Syariah Pendapatan Tetap

Jenis ini cukup menarik karena berpedoman pada syariat Islam yang dimiliki oleh MNC Asset Management. Di tahun 2021 kemarin, Nilai Aktiva Bersih dari produk Reksa Dana ini selalu mengalami kenaikan, hingga saat ini sudah mencapai nilai 1400.74. Dari grafik yang ditampilkan oleh situs terpercaya Bareksa, kenaikannya stabil dalam satu tahun terakhir ini.

3. Sucorinvest Bond Fund

Salah satu kelebihan dari investasi Reksadana Pendapatan Tetap adalah tidak memerlukan modal besar ketika memulainya. Hal ini dibuktikan dengan adanya salah satu produk Sucorinvest Bond Fund. Cukup 100.000 rupiah untuk bisa bergabung sebagai setoran awal. Dalam hal kinerjanya, produk ini tidak boleh diragukan lagi karena mengelola lebih dari 790 miliar dana dari pemodal atau investor.

4. Panin Dana Obligasi Bersama Tiga

Panin Dana Obligasi Bersama Tiga dibuat dengan tujuan untuk memberikan pendapatan yang stabil bagi investornya. Produk investasi ini dikelola langsung oleh Reksadana yang dimiliki Bank Central Asia (BCA). Hingga saat ini, dana yang dikelola dari investor lebih dari 177 miliar rupiah dengan Nilai Aktiva Bersih 1.312,90 per unit.

Cara Kerja Reksadana Pendapatan Tetap

Cara Kerja Reksadana Pendapatan Tetap
Image Credit: Rudiyanto.blog.kontan.co.id

Cara kerja Reksadana Pendapatan Tetap sebenarnya simpel dan hampir mirip dengan jenis investasi lainnya. Modal yang didapatkan untuk pembelian surat utang dan obligasi didapat dari kumpulan pemodal sehingga bisa didapatkan nominal yang besar. Semakin besar nominal yang didivestasikan, semakin banyak pula persentase keuntungan yang didapatkan.

Akan tetapi kali ini bukan berupa bunga, seperti halnya investasi pasar uang. Jadi tidak akan berpengaruh dengan fluktuasi nilai suku bunga. Sebagai gantinya, jenis ini menggunakan NAB (Nilai Aktiva Bersih) untuk menentukan keuntungannya. Jika NAB lebih tinggi daripada ketika investasi awal, maka keuntungan akan didapatkan setiap gabungan investor.

Baca Juga:  10 Reksadana Campuran Terbaik dengan Return Tertinggi

Sebagai contoh ketika anda menanamkan modal 10.000.000 rupiah dengan harga 1.000 per unit, maka anda mendapatkan 10.000 unit. Jika dalam satu tahun kemudian harga per unit nya naik menjadi 1.100, artinya anda mendapatkan keuntungan 100 per unit. Dengan demikian, total keuntungan yang didapatkan adalah 10.000 x 100 sehingga menjadi 1.000.000 rupiah.

Keuntungan Reksadana Pendapatan Tetap

Keuntungan Reksadana Pendapatan Tetap
Image Credit: Syailendracapital.com

Setiap produk investasi mempunyai keuntungan yang menjadikan alasan investor memilihnya. Dalam hal Reksadana Pendapatan Tetap, banyak keuntungan yang didapatkan dengan risiko menengah jika dibandingkan dengan pasar uang dan saham. Berikut beberapa keuntungan nyata yang bisa didapatkan secara umum!

1. Imbal Hasil Lumayan Tinggi

Keuntungan pertama dari imbal hasilnya yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan deposito. Keuntungan ini sebenarnya juga bisa didapatkan ketika memilih jenis Reksadana Pasar Uang, hanya saja risikonya lebih rendah. Pada umumnya, rata-rata keuntungan yang didapatkan bisa mencapai 8% dari modal yang ditanam.

Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan deposito yang hanya memberikan rata-rata keuntungan sebesar 5% setiap tahun. Sebagai contoh jika anda menamakan modal sebesar 10.000.000 rupiah, maka dalam satu tahun berikutnya dengan keuntungan 8% bisa mencapai 10.800.000 rupiah. Angka yang lumayan tentunya untuk usaha pasif.

2. Modal Investasi Kecil

Tidak sedikit orang yang berpikir bahwa investasi membutuhkan banyak modal sehingga mengurungkan niatnya. Padahal ada beberapa jenis investasi yang membutuhkan modal kecil untuk memulainya. Bahkan jika anda bergabung dengan Reksadana Pendapatan Tetap, hanya dibutuhkan 10.000 rupiah untuk modal awalnya.

Akan tetapi untuk modal terebut hanya bisa dilakukan secara online. Selain itu, keuntungan yang didapatkan juga tidak besar seperti halnya modal ratusan juta atau bahkan miliaran. Untuk persentase imbal hasil tetap sama dengan investor yang memiliki modal besar. Hanya saja dikarenakan berupa persentase, maka perhitungan yang dihasilkan juga sedikit.

3. Imbal Hasil Bebas Pajak

Jika instrumen investasi lainnya kebanyakan menerapkan aturan pajak dari imbal hasil yang anda dapatkan, Reksadana tidak demikian. Semua hasil akhir atau total dari pendapatan dalam periode tertentu tidak akan dipotong pajak. Jika mengambil dari angka simulasi diatas, yakni 10.800.000, maka jumlah itulah yang anda dapatkan.

Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan deposito, dimana ada aturan pajak sekitar 20% dari keuntungan yang didapatkan. Jumlah tersebut tidak bisa dikatakan sedikit karena hampir seperempat keuntungan yang akan diambil. Bagi investor dengan modal besar, persentase 20% sangatlah besar.

Baca Juga:  10 Rekomendasi Reksadana Saham yang Menguntungkan
Keuntungan Pendapatan Tetap
Image Credit: Bisnisindonesia.id

4. Dapat Dicairkan Kapan Saja

Setiap jenis Reksadana memiliki keuntungan yang sama dalam hal pencairan atau penarikan dana. Begitu juga dengan Pendapatan Tetap yang bisa ditarik kapan saja jika dibutuhkan. Namun ada syaratnya, yakni harus dilakukan pada hari bursa. Selain itu, penarikan juga harus sesuai dengan prosedur dan telah memenuhi persyaratan yang berlaku.

Apalagi jika Reksadana Pendapatan Tetap memilki periode menengah, artinya tidak terlalu lama dan tidak pula terlalu pendek. Secara umum, rata-rata periode yang berlaku antara satu tahun hingga tiga tahun. Untuk itulah jenis ini lebih cocok bagi investor yang memiliki kebutuhan finansial dengan jarak waktu menengah.

5. Dikelola Manajer Investasi

Keuntungan lain yang didapatkan yakni karena dikelola oleh manajer investasi. Tugas anda hanya menyetorkan modal untuk investasi dengan besaran biaya sesuai kemampuan. Selanjutnya, manajer investasi akan melakukan tugasnya, diantaranya adalah mengelola aset dari investor dan memberikan laporan perkembangan.

Tugas lainnya adalah memilih dan memutuskan instrumen investasi yang dirasa paling menguntungkan. Selanjutnya mereka akan menganalisa data dan memutuskan kapan waktu terbaik untuk menjual aset tersebut. Manajer investasi dari Reksadana bekerja secara profesional dan telah mengantongi izin dari OJK.

Resiko Reksadana Pasar Uang

Risiko Reksadana Pasar Uang
Image Credit: Learn.expandana.id

Dibalik keuntungan yang didapatkan, sudah dipastikan bahwa ada risiko yang harus siap ditanggung. Inilah yang namanya investasi, jadi jangan pernah memilih instrumen investasi yang memastikan keuntungan bagi investor nya, karena hal itu tidak mungkin terjadi. Menariknya, risiko Reksadana Pendapatan Tetap tidaklah begitu besar jika dibandingkan dengan jenis Reksa Dana lainnya.

Risiko yang pertama dan sangat mungkin terjadi adalah turunnya nilai unit atau NAB. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, NAB memiliki peran penting untuk perhitungan keuntungan yang didapatkan. Jika di awal pembelian harga per unit nya 1.000, kemudian turun mejadi 900, artinya anda mengalami kerugian sebesar 10 per unit nya.

Meskipun jarang terjadi jika tidak ada kasus besar yang menimpa perusahaan asuransi, namun risiko likuiditas bisa saja terjadi. Salah satu faktor utamanya adalah ketika investor atau nasabah secara kompak menarik dana nya dalam satu waktu. Selain itu, risiko ini juga bisa terjadi ketika perusahaan pengelola Reksadana Pendapatan Tetap mengalami pailit.

Jika terjadi hal buruk mengenai perusahaan investasi yang dimaksud, dana simpanan atau modal investasi anda tidak ditanggung oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Hal ini dikarenakan instrumen investasi bukanlah termasuk salah satu produk perbankan. Meski demikian, risiko ini jarang terjadi karena masih aman dari sisi pengawasan OJK.

Investasi menjadi penting ketika ada tujuan dalam hal finansial untuk masa depan. Berbagai instrumen investasi bisa ditemui dengan mudah, namun anda perlu melihat profil perusahaan terlebih dahulu sebelum bergabung. Dari sedikit penjelasan diatas, tidak perlu lagi memilih instrumen investasi yang mungkin belum anda pahami, Reksadana Pendapatan Tetap bisa menjadi pilihan utama.

Related Articles

Bagikan:

Tags