Anda mungkin sudah merasa tidak begitu heran ketika mengetahui bahwa membuat ataupun mengajukan pembuatan kartu kredit ke pihak bank membutuhkan waktu yang tidak sebentar sebab ada beberapa dokumen penting yang harus diserahkan terlebih dahulu. Dokumen tersebut sangat penting untuk mengetahui data diri Anda sehingga proses verifikasi pun berjalan lancar.

Meskipun begitu, tidak bisa dipungkiri kartu kredit memang menawarkan berbagai macam kemudahan dan keuntungan bagi para penggunanya. Saat Anda sedang ditempa krisis finansial dan tidak memiliki uang untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, maka kartu kreditlah yang menjadi jawabannya. Agar pengajuan kartu kredit Anda segera disetujui, maka simaklah uraian berikut ini.

1. Lampirkan Data yang Valid dan Lengkap

Lampirkan Data yang Valid dan Lengkap
Image Credit: Merdeka.com

Tips pertama yang bisa Anda perhatikan agar pengajuan kartu kredit BNI bisa segera diproses dan divalidasi tentu saja dengan melampirkan data diri yang valid sekaligus lengkap. Data tersebut sangat berguna untuk mengetahui seberapa valid informasi diri yang Anda miliki sehingga pihak bank pun bisa mempercayai Anda untuk menjadi pihak yang mengajukan kartu kredit.

Data itu biasanya sudah termasuk ke dalam fotokopi dokumen yang harus Anda lampirkan nanti. Kelengkapan dokumen sudah seringkali dijadikan sebagai hal paling krusial yang harus diperhatikan oleh masyarakat, sehingga pengajuan Anda pun bisa segera diproses.

Pastikanlah beberapa dokumen tersebut sudah terisi dengan lengkap dan benar. Beberapa dokumen tersebut biasanya terdiri atas fotokopi slip gaji, NPWP, KTP, dan terkadang ada beberapa bank yang menganjurkan fotokopi rekening tabungan dalam tiga bulan.

Tidak hanya lengkap saja, namun Anda juga harus bisa memastikan bahwa data-data yang ada di dalam dokumen tersebut memiliki kualitas yang tinggi dan bisa dibaca dengan mudah oleh pihak bank. Untuk itu, lakukanlah scan terhadap dokumen-dokumen penting tersebut dengan jelas sebab hasil scan itu dapat menjadi salah satu hal yang menentukan validasi kartu kredit Anda.

2. Cantumkanlah Kontak Pribadi

Cantumkanlah Kontak Pribadi
Image Credit: Tokopedia.com

Hal kedua yang perlu Anda perhatikan yaitu kontak pribadi yang harus sudah dicantumkan bersama dengan dokumen-dokumen penting tadi. Kontak pribadi merupakan hal yang penting sebab dengan kontak tersebut, maka Anda bisa segera dihubungi oleh pihak bank BNI dengan mudah untuk mengkonfirmasi pengajuan kartu kredit dan data-data yang sudah Anda cantumkan.

Dengan begitu, maka pihak bank pun tidak perlu harus merasa kesusahan untuk menghubungi Anda sebab kontak Anda sudah tertera dengan jelas. Pada umumnya, mereka akan menghubungi Anda ketika sudah selesai mengajukan kartu kredit tersebut.

Apabila Anda merasa kurang nyaman dan tidak ingin mengekspos informasi yang bersifat terlalu pribadi, maka Anda pun bisa mencoba jalur alternatif lainnya. Salah satunya yaitu dengan mencantumkan kontak orang-orang terdekat Anda seperti keluarga atau teman yang memang sudah akrab dan tidak asing lagi dengan keberadaan Anda.

3. Ajukan Kartu Kredit Sesuai dengan Alamat

Ajukan Kartu Kredit Sesuai dengan Alamat
Image Credit: Cekaja.com

Agar pihak bank mampu memproses dokumen Anda dengan cepat, maka lebih baik ajukanlah permohonan yang sudah sesuai dengan tempat tinggal Anda pada saat ini. Anda bisa menulis alamat yang sesuai dengan apa yang tercantum di KTP, sehingga pihak bank pun dapat merasa lebih percaya dengan identitas Anda.

Mengajukan kartu kredit sesuai alamat juga mampu memudahkan pihak bank agar mereka bisa menemukan tempat tinggal Anda dengan lebih mudah. Sehingga, apabila pihak bank ingin berkonsultasi mengenai kartu kredit yang sudah Anda ajukan ataupun ketika sedang melakukan survey, mereka bisa mendatangi rumah Anda dengan lebih mudah.

4. Pastikan Anda memiliki Catatan Keuangan yang Bersih

Pastikan Anda memiliki Catatan Keuangan yang Bersih
Image Credit: Twitter.com @cadamconstr

Selanjutnya, sebelum Anda mengajukan kartu kredit ke bank, Anda harus memastikan bahwa catatan keuangan yang Anda miliki termasuk bersih tanpa ada cela sedikitpun. Hal tersebut karena bank terkadang akan mencari Informasi Debitur Individual kepada Bank Indonesia, sehingga mereka bisa mengetahui apakah Anda merupakan pihak yang bisa dipercaya.

Catatan keuangan bisa mengetahui dengan mudah mengenai apa saja transaksi yang sudah Anda lakukan selama beberapa periode tertentu. Riwayat yang cukup mengganggu seperti kredit yang menunggak dapat membuat skor kredit Anda menjadi semakin turun sehingga pihak bank cenderung lambat dalam memproses pengajuan Anda.

Selain itu, bank pun juga akan mengecek riwayat kredit yang Anda miliki baik itu di bank ataupun di lembaga keuangan lainnya untuk memastikan kevalidan informasi yang Anda ajukan.

Apabila catatan keuangan Anda bersih dan tidak ada gangguan atau riwayat jelek, maka bisa dijamin bahwa proses pemvalidasian kartu kredit pun bisa berjalan dengan lebih lancar dan bank tidak memiliki alasan untuk menolak Anda.

5. Cantumkan Nomor Telepon Kantor yang Fixed Line

Cantumkan Nomor Telepon Kantor yang Fixed Line
Image Credit: Innosozial.de

Fixed line adalah salah satu jenis telepon yang terdiri atas kabel di dalam kantor. Ketika ingin mengajukan kartu kredit, cantumkanlah nomor telepon kantor yang seperti hal tersebut agar pihak bank menjadi yakin bahwa Anda adalah individu tetap yang melakukan pengajuan kartu kredit dan bukan orang yang suka berpindah tempat-tempat kerja.

Apabila nomor kantor tidak bisa dicantumkan, maka Anda bisa menuliskan sambungan nomor telepon fixed line yang lain. Bisa terdiri atas nomor telepon saudara, keluarga, ataupun orang-orang terdekat yang paling Anda percayai.

Mencantumkan nomor kantor yang fixed line sangat ampuh untuk digunakan sebagai nomor jaminan ataupun antisipasi pada kemungkinan masalah yang bisa terjadi. Terutama, ketika nomor Anda tiba-tiba sulit untuk dihubungi oleh pihak bank, maka mereka bisa menghubungi Anda dengan mudah di nomor kantor.

6. Anda Memiliki Pekerjaan yang Sesuai Standar Bank

Anda Memiliki Pekerjaan yang Sesuai Standar Bank
Image Credit: Cekaja.com

Tidak bisa dipungkiri, jenis pekerjaan yang sedang Anda lakoni saat ini turut menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan kartu kredit Anda. Pasalnya, pihak BNI cenderung memprioritaskan mereka yang bekerja di perusahaan yang menawarkan bonafit tingkat tinggi sehingga calon pengguna kartu kredit lain yang bekerja secara tidak pasti terkadang lebih sering diabaikan.

Nama perusahaan pun turut menjadi faktor penimbang mengenai keakuratan identitas Anda. Apabila Ada bekerja di perusahaan yang sudah memiliki nama besar baik itu di kalangan bisnis ataupun bank, maka Anda tidak perlu lagi merasa harus menunggu terlalu lama hanya agar kartu kredit Anda bisa divalidasi dengan cepat oleh pihak bank.

Sebaliknya, apabila pekerjaan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan standar yang sudah ditentukan oleh bank, maka Anda harus rela disisihkan terlebih dahulu untuk mendahulukan mereka yang memiliki pekerjaan layak. Entah itu beberapa minggu atau bahkan bisa mencapai beberapa bulan kemudian.

Untuk itulah, jika ingin kartu kredit segera diproses maka Anda harus memiliki pekerjaan yang layak terlebih dahulu. Pekerjaan itu bisa terdiri atas bermacam-macam asalkan bukan pekerjaan yang tidak tetap. Salah satu contoh pekerjaan tidak tetap tersebut di antaranya yaitu pegawai kontrak, part timer, freelance, dan lain-lain.

7. Pertimbangkanlah Bank yang Sesuai dengan Payroll

Pertimbangkanlah Bank yang Sesuai dengan Payroll
Image Credit: Sleekr.co

Bank yang sesuai dengan payroll biasanya lebih cepat untuk mendapat validasi kartu kredit daripada yang sebaliknya. Hal tersebut karena perusahaan dan bank bisa melihat sendiri riwayat transaksi yang dilakukan di dalam perusahaan sehingga mereka bisa mempercayai calon pengguna kartu dari perusahaan tersebut.

Karena itu, pastikan perusahaan atau tempat Anda bekerja sekarang menggunakan bank BNI dalam hal mengirimkan gaji karyawan sehingga proses pengajuan Anda pun bisa segera diakhiri. Dengan begitu maka Anda pun tidak perlu lagi harus menunggu terlalu lama agar menggunakan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

8. Beri Jeda Waktu Setelah Tanggal Penolakan

Beri Jeda Waktu Setelah Tanggal Penolakan
Image Credit: Mediakonsumen.com

Tips terakhir yang bisa Anda terapkan yaitu berilah jeda waktu setelah pengajuan kartu kredit Anda ditolak oleh pihak bank. Jeda tersebut bisa terdiri atas beberapa hari atau pun bulan dengan minimal empat bulan sejak tanggal penolakan. Anda dapat menggunakan jeda waktu tersebut untuk menyelidiki apa saja hal yang menjadi faktor mengapa pengajuan Anda ditolak.

Terkadang, mungkin Anda tidak terlalu memperhatikan persyaratan yang diajukan oleh bank seperti tidak melampirkan satu dokumen penting. Meskipun hanya satu dokumen, namun hal tersebut sangat mempengaruhi proses validasi yang akan dilakukan agar pihak bank mampu mengkonfirmasi mengenai identitas beserta data diri yang Anda miliki.

Untuk itulah, setelah memberi jeda beberapa waktu pasca tanggal penolakan yang pertama, Anda dapat mengajukan kartu kredit lagi pada pihak bank dengan lebih hati-hati. Pastikan Anda tidak melakukan kesalahan apapun yang dapat mengakibatkan kartu kredit Anda ditolak oleh pihak BNI. Persiapkanlah dokumen yang harus diberikan agar permohonan Anda bisa disetujui dengan cepat.

Membuat kartu kredit memang memerlukan beberapa perjuangan tertentu yang harus dilalui dengan penuh kesabaran sebab prosesnya memang tidak semudah membuat kartu ATM untuk pertama kali. Meskipun begitu, manfaat yang diberikan oleh kartu kredit memang tidak bisa diabaikan begitu saja, sehingga Anda pasti akan merasa bahwa perjuangan agar divalidasi oleh pihak BNI tidak sia-sia.