Tips Mengajukan Kartu Kredit BNI agar Cepat Disetujui

Tips Mengajukan Kartu Kredit BNI agar Cepat Disetujui

Berbagai kemudahan transaksi dapat Anda nikmati dengan memiliki sebuah kartu kredit. Terlebih, saat Anda tidak memiliki cukup uang cash dan sedang berada dalam situasi mendesak. Tidak heran, banyak masyarakat berlomba memilikinya, mulai dari kalangan pemuda maupun lanjut usia. Namun lebih dari sekadar kebutuhan, kartu kredit dewasa ini telah menjadi bagian dari gaya hidup manusia.

Memang akan ada sejumlah keuntungan yang umumnya bisa didapatkan oleh para pemilik kartu kredit. Misalnya saja, transaksi menjadi sangat nyaman karena praktis, program promosi khusus seperti cashback, diskon di merchant mitra, reward poin, dan masih banyak lagi. Namun, syarat pengajuan kartu kredit BNI tidaklah mudah, Anda harus tetap memperhatikan aturan yang berlaku.

Sebagai lembaga keuangan di bawah naungan BUMN, Bank BNI turut menawarkan fasilitas kartu kredit kepada masyarakat luas. Instansi ini menjanjikan transaksi fleksibel serta relatif lebih aman, membantu masalah yang mungkin muncul dalam situasi darurat, memudahkan manajemen keuangan, dan sebagainya.

1. Melampirkan Data yang Valid dan Lengkap

Melampirkan Data yang Valid dan Lengkap
Image Credit: Sciencequestionswithsurprisinganswers.org

Anda akan dimintai sejumlah data berisi identitas, catatan keuangan, dan sebangsanya saat melakukan permohonan kartu kredit BNI. Hal tersebut termasuk salah satu poin krusial yang tidak boleh dilewatkan jika ingin permohonan Anda cepat menerima persetujuan. Karena itu, pastikan lampiran data Anda valid dan lengkap sehingga prosesnya dapat berjalan mulus.

Beberapa lampiran dokumen yang dipersyaratkan meliputi salinan kartu identitas seperti KTP, SIM, atau Pasport. Jika Anda seorang WNA, maka harus melengkapi Kartu Izin Menetap Sementara serupa KIM dan KITAS, atau bisa juga menggunakan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) yang masih berfungsi secara optimal sampai saat pengajuan.

Tidak hanya itu, Anda juga akan dimintai keterangan Bukti Penghasilan seperti SPT, Slip Gaji, atau bukti relevan lainnya. Melampirkan Surat Izin Profesi bagi pemohon berprofesi dokter atau yang semisalnya, NPWP, Salinan Akte Pendirian bagi pengusaha, nomor kartu kredit bank lain jika ada, serta mutasi Rekening Koran selama tiga bulan terakhir bagi pengusaha.

Baca Juga:  9 Jenis Kartu Kredit BCA & Keunggulannya

2. Sudah Cukup Umur dan Memenuhi Standar Penghasilan Minimum

Sudah Cukup Umur dan Memenuhi Standar Penghasilan Minimum
Image Credit: Cekaja.com

Pada dasarnya, Bank BNI menetapkan aturan batas minimum penghasilan yang bervariasi tergantung jenis kartu kreditnya. Namun, setidaknya produk paling terjangkau ditaksir Rp36 juta per tahun. Untuk itu, pastikan Anda memenuhi nominal tersebut sebelum mengajukan permohonan.

Pasalnya, Bank BNI memiliki kuasa penuh atas persetujuan atau penolakan terhadap pemohon merujuk pada informasi pendapatan yang bersangkutan. Itu berarti, Anda juga harus mempelajari dahulu mengenai jenis-jenis produk kartu kredit terbitan Bank BNI sebelum melangkah lebih jauh. Informasi tentang hal tersebut bisa diakses melalui laman resminya, di sana sudah tersedia lengkap.

Poin selanjutnya yang perlu Anda perhatikan adalah faktor usia. Pemohon harus sudah berusia 21 tahun ketika ingin mendaftar keanggotaan kartu kredit, sementara usia maksimalnya yakni 65 tahun. Selain itu, ada pula yang disebut sebagai pemegang kartu tambahan, biasanya anggota keluarga pemohon, di mana usia minimalnya adalah 17 tahun.

3. Rekam Jejak Keuangan Bersih

Rekam Jejak Keuangan Bersih
Image Credit: Economy.okezone.com

Bank BNI akan mengecek rekam jejak keuangan Anda di lembaga perbankan atau keuangan lainnya. Bahkan, Informasi Debitur Individual (IDI) Anda akan dimintai kepada Bank Indonesia sebagai pengelola SID. Jika ditemukan adanya masalah, kemungkinan besar pengajuan pemohon yang bersangkutan tertolak.

Penyelidikan informasi ini semata-mata bertujuan untuk memastikan bahwa Anda tidak memiliki tanggungan kredit yang macet atau pembayarannya bermasalah. Skor kredit yang disusun oleh bank mengenai kondisi finansial akan semakin tinggi jika rekam jejak Anda benar-benar bersih. Tentu, tinggi rendahnya skor penilaian kredit berpengaruh terhadap keputusan lembaga.

Riwayat keuangan yang bersih sekaligus menjadi indikasi bahwa kondisi keuangan Anda stabil. Ini berarti, Anda bisa membayar iuran per bulan beserta seluruh biaya yang mungkin muncul dari status keanggotaan kartu kredit. Di samping itu, juga berfungsi mengukur sejauh apa kemampuan Anda menanggung beban limit, di mana Bank BNI menetapkan batasan maksimal 1/3 pendapatan.

Jika riwayat keuangan Anda bersih, maka tidak ada alasan bagi pihak bank untuk memberi penolakan. Mengingat pentingnya poin ini, alangkah bagusnya Anda memastikan diri memiliki rekam jejak menjanjikan, bahkan meski penghasilan per tahun hanya mampu memenuhi batas minimum.

Tentu, semakin tinggi nominal pendapatan, maka semakin banyak pula keuntungan, fasilitas, dan layanan yang ditawarkan oleh bank. Namun, pada waktu bersamaan sekaligus menjadi pertanda bahwa iuran bulanan tidak bisa dibilang sedikit.

4. Mencantumkan Referensi Kontak

Mencantumkan Referensi Kontak
Image Credit: Rumah.com

Anda juga akan dimintai referensi kontak, baik itu nomor telepon instansi maupun milik pribadi. Untuk nomor telepon instansi, jenisnya harus yang fixed line atau telepon yang memiliki jaringan kabel. Persyaratan ini merupakan salah satu poin pertimbangan bagi analis kartu kredit bahwa Anda bukan pekerja nomaden, melainkan memiliki tempat yang tetap.

Tidak hanya telepon kantor, pemohon juga bisa menghubungkan fixed line miliki kerabat yang tinggal satu atap, atau justru rumah pribadi. Referensi kontak ini sekaligus berguna sebagai jaminan atau antisipasi jika sewaktu-waktu panggilan ke nomor utama tidak tersambung.

Perlu dipahami, reputasi perusahaan tempat Anda bekerja juga bisa menjadi pertimbangan bagi analis kartu kredit. Semakin baik reputasinya, maka skor penilaian Anda semakin baik pula. Pada dasarnya, bekerja di perusahaan bonafit memberikan sumbangsih positif terhadap peluang pengajuan kartu kredit disetujui.

Tak lupa, Anda pun akan dimintai keterangan mengenai kontak pribadi atau keluarga. Sebab, pihak bank akan melakukan verifikasi data setelah permohonan kartu kredit diajukan. Seluruh proses validasi akan berjalan mudah jika kontak yang Anda cantumkan bisa terhubung dan bekerja sama.

Jangan sampai pengajuan Anda bermasalah karena kontak yang dicantumkan memberikan keterangan keliru atau tidak relevan dengan data-data teregistrasi. Karena itu, penting juga untuk mengabari para pemilik kontak yang Anda jadikan referensi dan meminta kerja sama mereka.

Mengingat maraknya kasus penipuan sekarang, tidak menutup kemungkinan mereka berpikir bahwa telepon dari perwakilan Bank BNI adalah scam. Intinya, jika ingin permohonan segera mendapat persetujuan, cantumkan referensi kontak terpercaya, tahu rencana pengajuan kartu kredit, serta punya kesan positif terhadap Anda.

5. Lokasi Pengajuan Menyesuaikan Domisili KTP

Lokasi Pengajuan Menyesuaikan Domisili KTP
Image Credit: 99.co

Meski poin ini tidak wajib, tetapi akan menjadi nilai tambah di mata analis pihak bank jika Anda melakukannya. Cobalah untuk mengajukan permohonan kartu kredit di lokasi yang sesuai alamat domisili di KTP. Hal tersebut akan memudahkan Bank BNI menemukan alamat Anda jika sewaktu-waktu terjadi masalah atau sekadar ingin menjalankan survei demi memvalidasi data terdaftar.

6. Ambil Jeda Waktu Jika Tertolak

Ambil Jeda Waktu Jika Tertolak
Image Credit: Mediakonsumen.com

Apabila Anda sudah melakukan pengajuan tetapi menerima penolakan dari Bank BNI, maka berilah jeda waktu permohonan berikutnya sejak tanggal penolakan terjadi. Lakukan hal ini paling tidak selama empat bulan agar Anda dapat menganalisis kesalahan sebelumnya.

Baca Juga:  Cara Mengubah Transaksi Kartu Kredit Mandiri Menjadi Cicilan Bulanan

Apa saja penyebab permohonan Anda ditolak, bagaimana cara mengatasinya, dan langkah terbaru yang perlu dilakukan, semua itu penting untuk dipelajari kembali. Lengkapi dokumen-dokumen yang sebelumnya barangkali tidak ada, penuhi seluruh persyaratan sesuai ketentuan Bank BNI, dan kenali kondisi finansial Anda.

Mengenal kondisi finansial akan membantu Anda mengajukan jenis kartu kredit yang tepat. Jika penghasilan dalam setahun hanya mencapai Rp36 juta, tidak benar jika ternyata Anda mengajukan varian yang ketetapannya minimal berpenghasilan melampaui nominal tersebut.

7. Miliki Pekerjaan yang Layak

Image Credit: Liputan6.com

Jenis pekerjaan tentu berpengaruh besar terhadap penilaian analis kartu kredit. Akan semakin sulit bagi Bank BNI menerima permohonan Anda jika masih bekerja paruh waktu, lepas, atau karyawan kontrak. Ini merupakan kondisi yang masuk akal karena lembaga keuangan pastinya butuh keyakinan bahwa Anda tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Minimal penghasilan per bulan senilai Rp 3 juta jika permohonan Anda ingin cepat disetujui. Namun, nominal ini tidak serta-merta muncul dari klaim pribadi, melainkan harus dibuktikan melalui slip gaji atau Surat Keterangan Penghasilan (SKP) yang diterbitkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja.

Semakin lama masa kerja dan memiliki status sebagai karyawan tetap, maka semakin besar pula peluang permohonan Anda dikabulkan. Untuk itu, dapatkan pekerjaan yang layak terlebih dahulu sebelum mengajukan kartu kredit. Jangan sampai Anda melakukan pengajuan hanya karena mengikuti gaya hidup orang lain.

Jika Anda masih memiliki banyak cicilan atau utang sehingga membebani finansial, maka sebaiknya tunda keinginan untuk memiliki kartu kredit. Selain itu akan merepotkan diri sendiri, kemungkinan besar juga tertolak.

Kartu kredit BNI pada dasarnya memang menawarkan beragam kemudahan transaksi serta bisa menjadi solusi dalam situasi finansial tidak terduga. Namun demikian, Anda tidak boleh lupa dengan beban iuran setiap bulan, juga tanggung jawab sebagai pemilik kartu yang muncul sebagai konsekuensi terhadap status keanggotaan. Karena itu, bijaklah sebelum mengajukan permohonan.

Related Articles

Bagikan:

Tags