Saham sudah menjadi salah satu instrumen investasi yang paling digemari oleh masyarakat di Indonesia. Namun, seperti apakah seluk beluk mengenai investasi saham ini? Yuk kita simak bersama penjelasan lengkapnya berikut ini!

Mengenal Investasi Saham

Mengenal Investasi Saham
Image Credit: Koran-jakarta.com

Saham merupakan sebuah tanda bukti bagi badan usaha ataupun perseorangan atas modal pada sebuah perseroan terbatas. Apabila sudah memiliki tanda bukti kepemilikan modal ini, seorang pemegang saham berhak memiliki klaim atas pendapatan laba perusahaan, serta dapat hadir dan ikut serta dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diadakan setiap tahunnya.

Banyak sekali orang yang tertarik untuk memulai investasi saham karena keuntungan yang ditawarkan. Pada dasarnya, terdapat 2 jenis keuntungan dalam investasi saham yakni dividen dan capital gain. Dividen merupakan pembagian keuntungan kepada para pemegang saham yang diberikan perusahaan berdasarkan keuntungan yang dihasilkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Tidak semua pemegang saham berhak mendapatkan dividen. Pasalnya, dividen hanya dapat diberikan apabila pihak investor sudah memegang saham dalam waktu yang cukup lama, atau dalam suatu periode yang telah ditentukan. Apabila persyaratan ini sudah dipenuhi, maka pihak pemegang saham harus mendapatkan persetujuan dari pemegang saham lainnya dalam RUPS, sehingga dividen dapat diterima.

Keuntungan kedua yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah capital gain. Secara garis besar, biasanya keuntungan investasi secara keseluruhan memang merujuk pada capital gain. Capital gain merupakan sebuah istilah dalam investasi yang merujuk pada selisih harga beli dengan harga jual saham yang terjadi karena aktivitas perdagangan saham oleh para investor di pasar sekunder.

Seperti jenis investasi lainnya, tujuan dari investasi saham adalah agar mendapatkan saham dengan harga terendah, dan menjualnya dengan harga tinggi agar mendapatkan keuntungan maksimal. Oleh karena itu, para investor cenderung membeli saham yang dinilai bagus pada saat harganya dipatok rendah, dan menjualnya Ketika harga sudah mengalami kenaikan. Keuntungan yang didapatkan dari aktivitas seperti inilah yang disebut sebagai capital gain.

Kelebihan Investasi Saham

Kelebihan Investasi Saham
Image Credit: Money.kompas.com

1. Modal Awal yang Terjangkau

Secara keseluruhan, modal awal yang dibutuhkan untuk dapat memulai investasi saham sangatlah terjangkau. Hal ini terjadi karena seseorang sudah dapat menjadi investor saham hanya dengan menanamkan modal kurang dari 100.000 Rupiah. Modal yang dibutuhkan ini dapat dipastikan jauh lebih murah dibandingkan jenis investasi lainnya, seperti investasi jangka panjang yang membutuhkan modal awal hingga ratusan juta rupiah.

2. Dapat Dilakukan Secara Online

Salah satu keunggulan utama dari investasi saham adalah teknologinya yang sangat canggih, sehingga aktivitas jual beli saham serta pemantauan pergerakan harga dapat dilakukan sepenuhnya secara online melalui ponsel ataupun komputer. Metode seperti ini tentu jauh lebih mudah dan efisien waktu dibandingkan dengan jenis investasi lain di mana para investor harus terjun langsung dalam mengelola aset dan investasinya. Oleh karena itu, investasi saham ini sangat cocok dijadikan penghasilan tambahan bagi para pekerja yang tidak memiliki banyak waktu luang.

3. Keamanan yang Terjamin

Keunggulan lain yang dimiliki adalah keamanan yang terjamin. Hal ini terjadi karena seluruh sistem investasi saham sudah mengaplikasikan teknologi keamanan terbaru, sehingga data para trader dan investor saham sangat dijamin keamanannya. Selain itu, berbeda dengan jenis investasi lainnya, investasi saham secara umum tidak memiliki produk fisik sehingga aman dari tindak pencurian.

4. Peluang Keuntungan yang Besar

Salah satu hal yang paling menarik minat masyarakat untuk mulai berinvestasi saham adalah peluang keuntungan yang besar. Masing-masing dari investor saham sebenarnya memiliki peluang yang sama untuk bisa memperoleh keuntungan yang besar. Namun, dibutuhkan pertimbangan dan perhitungan yang matang dalam menganalisa dan memprediksi pergerakan harga saham ke depannya, sehingga keuntungan yang dapat diperoleh menjadi lebih maksimal.

Kekurangan Investasi Saham

Kekurangan Investasi Saham
Image Credit: Bareksa.com

1. Fluktuasi Harga

Seperti yang diketahui banyak orang, nilai saham memang memiliki kecenderungan untuk berfluktuasi, atau mengalami kenaikan dan penurunan setiap waktunya. Hal tersebut sangatlah wajar, dan merupakan salah satu sifat utama dari investasi saham. Untuk itu, investor sebaknya jangan terlalu mengkhawatirkan hal ini, dan lebih mempersiapkan diri untuk melakukan perhitungan dan analisa yang sesuai.

2. Sistem yang Rumit Bagi Pemula

Kelemahan lainya yang dimiliki oleh investasi saham adalah sistemnya yang cukup rumit, terutama bagi pemula. Hal ini terjadi karena saham sangat mengandalkan teknologi yang canggih, serta menampilkan perhitungan-perhitungan yang terkesan sulit. Namun, apabila sudah mempelajarinya lebih lanjut, para investor akan mulai terbiasa dengan sistem serta teknologi saham yang digunakan.

Cara Membeli Saham Bagi Investor Pemula

Cara Membeli Saham Bagi Investor Pemula
Image Credit: 99.co

Bagi Anda yang tertarik untuk memulai investasi saham, berikut telah kami sajikan 9 cara yang dapat dilakukan untuk membeli saham bagi investor pemula:

1. Mempersiapkan Modal Awal

Hal pertama yang harus dipersiapkan sebelum dapat memulai investasi saham adalah mempersiapkan modal awal. Secara garis besar, modal awal yang dibutuhkan untuk berinvestasi cukup terjangkau dibandingkan jenis investasi lainnya. Oleh karena itu, calon investor sebenarnya tidak perlu menyiapkan dana dalam jumlah besar, apalagi sampai mengajukan pinjaman.

Biasanya, para investor yang sudah berpengalaman akan menyarankan calon investor saham untuk mempersiapkan modal awal sesuai dengan kemampuannya. Apabila modal awal sudah dipersiapkan, maka jenis saham yang akan diinvestasikan dapat disesuaikan.

2. Mempelajari Mekanisme Saham

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mekanisme dari investasi saham memang cenderung lebih rumit dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. Hal ini terjadi karena dibutuhkan perhitungan yang matang dalam memantau pergerakan harga saham setiap waktunya agar dapat menentukan keputusan yang tepat. Oleh sebab itu, ada baiknya bagi seorang investor pemula untuk mempelajari mekanisme saham terlebih dahulu melalui internet ataupun buku-buku berkualitas.

3. Menentukan Broker Saham

Sebelum dapat melakukan kegiatan jual beli saham, seorang calon investor harus mendaftarkan diri pada broker terlebih dahulu. Hal ini terjadi karena pihak brokerlah yang menjadi perantara antara perseroan yang menawarkan saham, dengan para investor. Oleh sebab itu, semua saham yang diperdagangkan di publik akan dapat diakses melalui broker saham.

4. Membuka Rekening Saham Pribadi

Semua aktivitas jual dan beli saham melalui broker hanya dapat dilakukan dengan menggunakan rekening saham pribadi. Untuk itu, investor dapat membuka rekening saham pribadi dengan melengkapi data diri serta formulir pendaftaran secara online, melalui layanan yang disediakan oleh broker saham.

5. Membuka Rekening Dana Nasabah

Rekening dana nasabah merupakan sebuah rekening khusus yang dibuat di bank umum guna menyimpan dana hasil kegiatan jual dan beli saham. Selain itu, dana yang dibutuhkan untuk mulai berinvestasi saham juga akan disimpan di rekening ini. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa rekening dana nasabah bersifat wajib dan harus dimiliki oleh seluruh investor saham.

Image Credit: Finansialku.com
Image Credit: Finansialku.com

6. Melakukan Penyetoran Dana Sebagai Modal

Tahap selanjutnya yang dapat dilakukan untuk membeli saham adalah melakukan penyetoran dana sebagai modal awal. Penyetoran dana ini dapat dilakukan melalui rekening dana nasabah yang sudah dibuat sebelumnya. Dalam hal jumlah dana, dapat disesuaikan dengan jenis saham yang akan dipilih nantinya.

7. Memilih Saham yang Sesuai

Untuk dapat memilih saham yang sesuai, seorang investor dapat melakukan analisis serta prediksi pergerakan harga saham terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan mengunjungi aplikasi ataupun situs broker saham yang menyediakan informasi terbaru mengenai pergerakan harga. Pastikan bahwa saham yang dipilih memiliki peluang kenaikan untuk selanjutnya.

8. Mulai Membeli Saham

Setelah menentukan saham yang sesuai serta melakukan analisa yang lengkap, maka saham tersebut sudah dapat dibeli. Namun sebelum itu, pastikan bahwa dana yang tersimpan sebagai deposit di aplikasi broker cukup untuk membeli saham yang diinginkan.

9. Melakukan Analisa

Tahap terakhir yang perlu dilakukan oleh para investor saham adalah melakukan analisa akhir. Tujuan dari analisa ini adalah untuk menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan selanjutnya, apakah menahan saham, membeli yang baru, ataukah menjualnya. Untuk dapat melakukan analisa akhir, investor dapat memperhatikan laporan keuangan yang dibuat sendiri, ataupun yang disediakan oleh pihak broker.

Itulah penjelasan lengkap mengenai seluk beluk investasi saham, kelebihan dan kekurangannya, serta cara-cara untuk membeli saham. Sebagai kesimpulan, investasi saham memang menawarkan beragam keuntungan yang menarik, namun di sisi lain pihak investor juga harus melakukan perhitungan yang matang dalam meminimalisir risiko. Dengan cara ini, maka hasil yang dapat diperoleh dari berinvestasi dapat memuaskan.