KPR Mandiri: Suku Bunga, Syarat dan Cara Pengajuan

Suku Bunga yang Diberikan
Foto: Stephen Dawson/Unsplash

Kehadiran KPR dari Bank menjadi salah satu solusi modern untuk masyarakat yang berminat membeli atau memiliki suatu bangunan. Mandiri yang merupakan salah satu Bank Negeri terbesar pun turut andil dalam menyuguhkan fitur kredit pemilikan rumah (KPR). Lantas apa dan bagaimana cara pengajuan KPR mandiri? Berikut adalah ringkasan informasinya.

Mengenai Fitur KPR dari Bank Mandiri

Mengenai Fitur KPR dari Bank Mandiri
Foto: Carlos Muza/Unsplash

✦ New Booking

Setidaknya terdapat tiga macam fitur KPR yang dikeluarkan oleh Mandiri. Yang paling awal dan paling sering dipilih adalah KPR New Booking atau pembiayaan untuk pembelian bangunan baru maupun second. Fitur KPR yang satu ini berlaku untuk seluruh jenis hunian, termasuk diantaranya adalah rumah, apartemen, ruko, hingga rukan.

✦ Top Up

Jika Anda sudah memiliki riwayat KPR namun butuh penambahan limit, maka bisa pilih Top Up. Fitur yang satu ini dikhususkan untuk KPR yang sudah berjalan dalam waktu minimal satu tahun. Yang mana wajib juga berstatus kolektibilitas atau status pembayaran langsungnya bersifat lancar selama enam bulan terakhir.

Jadi bukan sembarang pengaju KPR Mandiri yang akan mendapat kesempatan ini. Tujuan utamanya adalah penambahan limit kredit. Yang mana biasanya dilakukan untuk mengurangi beban biaya namun memperpanjang tenor agar bisa memenuhi kebutuhan lainnya.

✦Take Over

Fitur KPR terakhir dari bank Mandiri adalah untuk pengambilalihan KPR dari bank lain. Biasanya, jenis ini diberikan untuk nasabah yang perlu berpindah bank atau melanjutkan kredit orang lain dari bank yang berbeda. Lantas berapa jumlah biaya yang harus dibayarkan?

Karena mengambil alih, maka besar biayanya menyesuaikan kredit sebelumnya atau outstanding dalam artian lain sisa kredit dari bank sebelumnya. Opsi ini juga bisa disesuaikan dengan perjanjian dan sesuai tambahan limit kredit baru dari perhitungan bank. Nilai plusnya adalah jika jumlah lebih besar, maka bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Baca Juga:  7 Cara Mengajukan KPR Agar Mudah Disetujui Bank

Suku Bunga yang Diberikan

Suku Bunga yang Diberikan
Foto: Stephen Dawson/Unsplash

1. Super Promo

Apakah KPR di Bank Mandiri menguntungkan? Salah satu aspek yang membuatnya menguntungkan adalah suku bunga yang beragam. Kategori pertama yang menarik adalah Super Promo. Yang mana suku bunga fixed diberikan untuk tenor 12 sampai 15 tahun dengan besaran bunga mulai dari 2.55% saja.

Namun, jenis suku bunga ini hanya tersedia melalui promo, kerjasama dengan broker, dan juga pembelian khusus. Bahkan, promo ini pun terbatas untuk beberapa waktu saja. Seperti melalui Aplikasi khusus untuk promo terbatas tahun 2023. Besaran suku bunganya ada di 2.55%, 3.45%, 4.55% sampai 5.55%.

2. Angsuran tetap fixed 10 tahun

Untuk opsi yang satu ini, suku bunga yang diberikan tetap dalam 10 tahun kredit. Jumlahnya adalah 7,88% selama 10 tahun untuk tenor KPR selama 12 tahun. Biasanya, opsi ini tersedia untuk semua fitur KPR Mandiri.

3. Suku bunga fixed berjenjang sampai 10 tahun

Seperti namanya, berjenjang! Maka suku bunga yang diberikan pun akan bertambah seiring waktu atau tempo kredit. Kenaikan suku bunga ini sendiri biasanya mencapai 1-2 persen dari jumlah sebelumnya. Yakni sekitar 6.88% untuk 3 tahun, 8.88% 3 tahun selanjutnya, dan 9.88% untuk 4 tahun.

Suku bunga ini berlaku untuk tenor KPR 12 tahun dengan kategori atau fitur KPR new Booking dan Take Over diskon provisi 50%. Dari diskon tersebut menjadi 0.5% dari limit yang dimiliki.

4. Suku bunga Multiguna Refinancing

Suku bunga KPR di Bank Mandiri yang satu ini dinilai lebih kompetitif. Jumlahnya lebih tinggi namun dengan tenor yang lebih cepat mulai dari 1 tahun sampai 10 tahun. Jumlah suku bunga fixed yang diberikan mulai dari 12.50% fixed 1 tahun, 10.50% 2 tahun, 7,75% 3 tahun, sampai 8.88% fixed untuk 10 tahun. Setelah itu, semua jenis suku bunga akan berlaku bunga floating.

Cara Pengajuan KPR Mandiri

Cara Pengajuan KPR Mandiri
Foto: Scott Graham/Unsplash

Bagaimana jika ingin mengajukan KPR? Sebelum Anda mengajukan, pastikan dulu apakah Anda layak dan mampu membayar tagihan yang diberikan. Perlu diingat, bahwa KPR memang bersifat kredit. Namun jumlahnya lebih banyak karena merupakan transaksi yang besar pula dan bukan main main.

Tenor atau jangka waktu kredit pun bisa mencapai 12 tahun, yang mana cukup lama untuk melakukan cicilan rumah. Karena itulah, pastikan Anda sudah yakin dan mampu untuk mengajukan KPR.

Baca Juga:  KPR Syariah: Jenis Akad, Keuntungan dan Cara Pengajuannya

Untuk caranya sendiri, Mandiri mempermudah prosesnya dengan banyak cara. Yang pertama adalah melalui website resmi https://www.bankmandiri.co.id/kpr yang bisa Anda kunjungi untuk melihat informasi lebih lanjut mengenai KPR mandiri.

Dengan cara tersebut, Anda perlu mengisi formulir online dan pastikan informasi sudah benar. Nantinya pihak bank akan melakukan pengecekan kelayakan dan informasi, sebelum akhirnya memutuskan apakah pengajuan KPR diterima atau tidak.

Cara online lainnya adalah menggunakan Platform Ringkas. Platform developer dan rekanan properti ini bekerja sama dengan Mandiri untuk melayani pengajuan fasilitas KPR secara digital. Ringkas sendiri menghubungkan 1,000 developer rekanan di seluruh Indonesia.

Yang mana memberikan opsi lebih besar untuk peminat KPR. Opsi hunian yang tersedia pun mencakup rumah, apartemen, dan lain sebagainya. Aplikasi Ringkas juga memberikan benefit berupa promo KPR Bank Mandiri yang bisa Anda gunakan untuk memperingan besaran suku bunga yang berlaku.

Cara ketiga tentunya dengan mengajukan secara langsung ke kantor Bank Mandiri terdekat. Cara ini bisa menjadi solusi jika Anda mencari informasi secara langsung dan bertatap muka dengan teller. Namun resikonya adalah antrian yang panjang. Jadi, kenapa harus lama jika bisa digital?

Syarat yang Wajib Dipenuhi

Syarat yang Wajib Dipenuhi
Foto: Scott Graham/Unsplash

Persyaratan untuk pengajuan KPR kurang lebih sama baik dengan cara apapun yang Anda gunakan. Dalam artian lain, Bank Mandiri akan memberlakukan syarat dasar seperti WNI atau yang berdomisili di Indonesia. Persyaratan umur minimal 21 tahun atau sudah menikah dan umur maksimal 55 / 60 tahun.

Syarat KPR Mandiri yang penting sebenarnya adalah status kerja dan kepegawaian. Nasabah perlu membawa surat yang menyatakan sebagai pegawai yang bekerja di perusahaan tersebut. Begitu juga dengan minimal masa kerja 3 bulan di perusahaan. Bagaimana dengan non-karyawan?

Bagi non karyawan, atau yang lebih dikenal dengan wiraswasta dan profesional, maka peraturannya pun kurang lebih sama. Pihak bank akan membutuhkan surat sebagai bukti pengalaman di bidang usaha selama dua tahun berturut turut. Namun, bukan bukti biasa, melainkan surat ijin usaha atau praktek resmi.

Tujuan dokumen status tersebut adalah untuk memastikan dan verifikasi penghasilan nasabah. Sehingga bisa mengurangi risiko kredit macet dan pengajuan KPR mandiri yang berakhir bodong atau merugikan.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Dokumen yang Perlu Disiapkan
Foto: Mohammad Danish/Pexels

Dokumen yang dibutuhkan sedikit kurang akan berbeda sesuai dengan status pekerjaan dan kepegawaian. Tapi beberapa yang paling dasar akan selalu dibutuhkan. Yang perlu Anda siapkan adalah fotokopi identitas pemohon dan pasangan (suami atau istri), kartu keluarga, dan surat nikah atau cerai.

Baca Juga:  Inilah Resiko Kredit Rumah Tanpa DP yang Perlu Anda Ketahui

Dokumen penting seperti fotokopi NPWP dan rekening koran hingga 3 bulan terakhir pun wajib diberikan untuk semua nasabah yang ingin mengajukan KPR. Kemudian, jangan lupa juga dengan dokumen formulir aplikasi.

Selain itu, persyaratan dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan KPR Bank Mandiri adalah slip gaji terakhir dan surat keterangan penghasilan asli untuk jabatan atau karyawan. Bagi non karyawan, bisa membawa dokumen neraca laporan keuangan dan akte pendirian usaha.

Sedangkan profesional yang bukan pegawai bisa mencantumkan fotokopi izin praktek. Semua dokumen tersebut perlu dilampirkan atau diunggah sesuai dengan cara pengajuan yang digunakan. Kemudian yang terakhir dan wajib untuk semua adalah fotokopi dokumen kepemilikan agunan, SHM/SHGB, IMB/PBG & PBB.

Simulasi Suku Bunga KPR Bank Mandiri

Simulasi Suku Bunga KPR Bank Mandiri
Foto: Markus Spiske/Unsplash

Sebagai simulasi KPR Mandiri, sebut saja Anda memiliki impian membeli rumah di suatu perumahan dengan harga sekitar Rp 800.000.000. Anda pun memutuskan untuk mengambil program KPR dengan tenor 16 tahun. Sedangkan pemasukan ada di angka 10 juta perbulan. Berapa jumlah angsuran, hutang, dan uang yang harus dikeluarkan?

Jika sesuai dengan kalkulator simulasi di website Mandiri, maka uang awal yang harus disiapkan adalah Rp 87.700.000 yang mencakup uang muka 10% (Rp 80 juta), Provisi Rp 7.2 juta, dan biaya administrasi Rp 500 ribu. Uang tersebut adalah pengeluaran pertama sebelum membayar angsuran lainnya.

Di simulasi tersebut juga diberikan detail terbaik akan biaya angsuran yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Yang mana angkanya masih sekitar Rp 6.608.870. Sedangkan untuk pokok hutangnya mencapai Rp 720 juta.

Menariknya, simulasi KPR Mandiri tersebut tidak hanya menghitung hutang dan angsuran saja. Namun juga memberikan estimasi pendapatan minimal yang dibutuhkan. Dalam kasus ini, hasil perhitungan menuliskan bahwa pendapatan minimum setidaknya harus Rp 13.2 juta rupiah agar kebutuhan KPR berjalan lancar dan terhindar dari masalah.

Pengajuan KPR melalui bank bisa membantu peminat rumah untuk bisa membeli atau memiliki rumah dengan cara kredit. Cara ini sendiri bisa cukup menguntungkan, mengingat suku bunga yang cukup rendah dengan kemungkinan lolos yang tinggi. Namun tentunya ada syarat dan dokumen yang wajib dimiliki. Jadi apakah Anda salah satunya?

Related Articles

Bagikan:

Tags