Asuransi perjalanan menjadi hal yang penting, terlebih untuk individu yang memiliki mobilitas tinggi. Untuk itu, Anda perlu pemahaman lebih dalam terkait asuransi perjalanan, baik jenis dan manfaat memilikinya.

Generasi milenial tentu sudah tidak asing dengan namanya liburan sebagai pelepas penat. Liburan menjadi hal yang wajib dilakukan dan sayang untuk dilewatkan, apalagi bersama dengan teman dan keluarga. Namun, tahukah Anda bahwa ketika melakukan perjalanan perlu perlindungan diri dengan asuransi?

Asuransi yang dimaksud adalah asuransi perjalanan, yang belakangan mulai banyak dilirik karena memberikan keuntungan besar bagi penggunanya. Ketika Anda memiliki asuransi jenis ini, Anda akan terlindungi dari resiko selama perjalanan di tempuh.

Definisi Asuransi Perjalanan

Definisi Asuransi Perjalanan
Image Credit: Travelsafe-aca.com

Apabila Anda tertarik untuk memiliki asuransi selama perjalanan dan liburan, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa definisinya. Berikut merupakan informasi penting yang harus Anda ketahui terkait dengan asuransi perjalanan.

1. Makna Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan merupakan jenis asuransi yang dikhususkan untuk memberi perlindungan kepada penggunanya selama perjalanan dilangsungkan. Jenis asuransi ini tidak wajib untuk dimiliki, namun ia sering direkomendasikan pada mereka yang banyak beraktivitas dan melakukan perjalanan.

Perjalanan yang dilakukan tidak hanya perjalanan dalam negeri dan di kota besar saja, namun juga perjalanan di luar negeri. Fungsi dari asuransi ini adalah mengcover dan melindungi pembiayaan selama perjalanan jika terjadi kecelakaan.

2. Pengertian Asuransi Perjalanan

Apabila dijelaskan secara lebih rinci, asuransi ini adalah polis asuransi yang akan melindungi Anda selama melakukan perjalanan. Perjalanan yang dilakukan bisa di dalam atau luar negeri, dan pihak pemegang polis akan terlindungi selama memiliki asuransi ini.

Selanjutnya, asuransi travel ini memiliki dua jenis, yakni model konvensional dan model syariah. Untuk model konvensional, jenis polis asuransi ini akan melindungi Anda dari semua jenis perjalanan, baik wisata, bisnis ataupun keperluan lain.

Berbeda dengan wisata asuransi perjalanan syariah, asuransi ini hanya digunakan untuk perjalanan wisata religi dan ibadah. Misalnya perjalanan melaksanakan haji dan umrah, serta berwisata ke tempat yang religius. Skema pembayarannya pun juga menggunakan syariat yang dimiliki oleh Islam.

3. Model Asuransi Perjalanan

Selain dibedakan menjadi asuransi perjalanan syariah dan konvensional, pembagian model asuransi juga dibagi menjadi asuransi cashless dan reimburse. Pengertian dari asuransi cashless adalah polis asuransi yang klaim biaya perawatan medis dan perlindungannya tidak perlu dibayarkan dulu.

Maksudnya, jika Anda hendak dirawat di rumah sakit maka Anda cukup menunjukkan kartu kesehatan dan sudah mendapatkan perawatan, berbeda dengan asuransi reimburse yang mewajibkan tertanggung untuk membayar kerugian dan pengobatan lebih dulu.

Setelahnya, Anda baru mengajukan klaim kepada pihak asuransi untuk meminta adanya ganti rugi selepas perjalanan dilangsungkan. Perbedaan ini harus Anda pahami ketika hendak memilih model asuransi yang tepat, agar sesuai dengan kebutuhan.

Sekarang ini sudah banyak negara yang tidak memperbolehkan wisatawan masuk ke suatu negara jika tidak memiliki asuransi travel. Karena itu, hal ini cukup penting untuk Anda pertimbangkan ke depannya, terutama jika perjalanan yang Anda lakukan merupakan perjalanan yang penting.

Jenis-Jenis Asuransi Perjalanan

Jenis-Jenis Asuransi Perjalanan
Image Credit: Pinterpoin.com

Setelah mengetahui berbagai pengertian asuransi perjalanan, kini Anda bisa melanjutkan untuk memahami jenis-jenisnya. Terdapat empat jenis asuransi yang perlu diketahui oleh Anda, diantaranya adalah:

1. Asuransi Perjalanan Berdasarkan Tempat Tujuan

Jenis yang pertama adalah asuransi berdasarkan tempat tujuan yang hendak di datangi oleh pihak tertanggung. Jika dibagi berdasarkan tempat tujuan, Anda bisa memilih dua jenis tempat tujuan, yakni untuk perjalanan domestik dan luar negeri.

Tempat tujuan akan mempengaruhi biaya premi yang perlu dibayarkan oleh pihak yang tertanggung. Jadi jika Anda mengunjungi tempat yang tingkat keamanannya tinggi, maka biaya preminya semakin rendah. Berbeda jika Anda mengujungi tempat yang tingkat keamanannya riskan, misalnya wilayah konflik.

Maka pembayaran premi yang perlu Anda bayarkan juga tinggi dan mahal. Selain itu, biaya kesehatan pada suatu negara juga mempengaruhi premi Anda. Jika biaya kesehatannya tinggi, maka preminya juga tinggi.

2. Asuransi Berdasarkan Jangka Waktu

Pengambilan waktu pembelian asuransi perjalanan juga menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan. Sebab dalam asuransi ini, juga tersedia asuransi berjangka dan asuransi whole time atau seumur hidup. Untuk asuransi berjangka, biasanya rentang perlindungannya lebih pendek.

Kemudian, Anda juga akan diberi kesempatan untuk memilih jenis perlindungan yang akan di dapatkan. Apakah hendak menggunakan annual travel insurance, atau menggunakan single trip insurance untuk perjalanan yang lebih pribadi.

Jika Anda memilih annual travel insurance, maka jangka perlindungannya hanya satu tahun. Berbeda dengan single trip insurance, maka biaya perlindungan hanya bisa dilakukan satu kali perjalanan saja. Untuk batasan waktu yang ditetapkan adalah perlindungan maksimal selama 90 hari.

3. Asuransi Berdasarkan Jumlah Tertanggung

Asuransi Berdasarkan Jumlah Tertanggung
Image Credit: Cekaja.com

Berikutnya adalah jenis berdasarkan jumlah tertanggung dalam polis asuransi ini. Dengan memilih jenis ini, maka jumlah yang tertanggung dalam polis asuransi tersebut akan mempengaruhi biaya premi yang Anda bayarkan. Terdapat dua jenis yang ditawarkan dalam model jumlah yang membutuhkan perlindungan polis.

Dua jenis tersebut adalah kategori asuransi perjalanan untuk individual dan juga kelompok. Untuk jenis individual, tentunya Anda mengurusnya secara mandiri, baik dari syarat hingga pembayaran. Polis ini akan melindungi Anda secara personal selama perjalanan Anda berlangsung.

Berbeda dengan asuransi travel kelompok, jenis ini biasanya diajukan oleh perusahaan yang ingin memberangkatkan sejumlah karyawan ke suatu tempat, sehingga diperlukan asuransi. Namun tempat tujuan yang dituju haruslah sama, sehingga prosesnya lebih mudah.

4. Asuransi Berdasarkan Tujuan Perjalanan

Selanjutnya adalah jenis asuransi perjalanan yang berdasarkan tujuan dari perjalanan yang dilakukan oleh pihak tertanggung. Umumnya pihak polis asuransi akan memberikan tiga model tujuan kepada penggunanya, yakni perjalanan untuk tujuan bisnis, religi, ataupun wisata.

Untuk jenis perlindungannya akan berbeda, sebab model perjalanan yang dilakukan oleh pihak tertanggung juga berbeda. Tujuan perjalanan selain mempengaruhi premi dan model perlindungan, ia juga membedakan lamanya perjalanan yang hendak dilakukan.

Misalnya untuk perjalanan bisnis, maka terdapat perlindungan tambahan untuk barang berharga yang berkaitan dengan urusan pekerjaan, yakni perlindungan laptop atau gadget. Perlindungan tersebut tidak Anda temukan dalam polis asuransi kesehatan religi maupun wisata.

Selain empat jenis asuransi perjalanan tersebut, asuransi ini juga memiliki dua jenis klaim yang harus Anda ketahui. Klaim tersebut adalah klaim reimburse dan klaim chasless. Penjelasan mengenai dua jenis klaim asuransi tersebut adalah sebagai berikut:

5. Asuransi Cashless

Asuransi Cashless
Image Credit: iLovelife.co.id

Untuk asuransi cashless, Anda tidak perlu melakukan pembiayaan klaim terlebih dahulu. Sehingga Anda tidak repot mengurus administrasi pembayaran yang panjang. Jika Anda memilih menggunakan klaim yang satu ini, Anda harus siap dengan batasan plafon yang mungkin terjadi.

Batasan plafon merupakan batasan yang harus dibayarkan sendiri oleh pihak tertanggung jika ada selisih dalam biaya rumah sakit yang dibayarkan. Hal ini lumrah dan umum ditemui di berbagai rumah sakit di negara dengan biaya kesehatan yang cukup tinggi.

Premi untuk asuransi cashless juga lebih tinggi dibandingkan dengan asuransi model reimburse. Ini karena prosesnya yang lebih simpel dan mudah terkait dengan proses pengajuan klaimnya. Rumah sakit yang bisa Anda gunakan juga terbatas, sebab klaim ini menggunakan sistem kepesertaan.

6. Asuransi Reimburse

Berbeda dengan jenis sebelumnya, reimburse mewajibkan pihak tertanggung untuk melakukan pembayaran perawatan pengobatan terlebih dahulu. Nantinya setelah dibayarkan, Anda baru mengajukan klaim ke pihak asuransi untuk mendapatkan uang ganti rugi.

Jika Anda memilih menggunakan cara ini, maka Anda harus memiliki uang cash untuk melakukan pembayaran terlebih dahulu. Jumlah uang cash tersebut harusnya juga memiliki jumlah yang tinggi, sebab biaya perawatan yang mungkin Anda dapatkan belum bisa direncanakan.

Pengajuan klaim yang satu ini lebih kompleks dibandingkan dengan cara sebelumnya, dan cukup menyita waktu bagi mereka yang tidak terbiasa. Namun ia dapat digunakan di hampir semua rumah sakit, sehingga Anda tidak perlu khawatir ketika sedang membutuhkan perawatan kesehatan selama perjalanan.

Setelah mengetahui berbagai jenis asuransi tersebut, kini Anda bisa memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Dengan pemilihan asuransi yang tepat, maka perlindungan yang di dapatkan juga lebih maksimal. Mereka yang suka melakukan travelling juga direkomendasikan menggunakan asuransi dan mengambil manfaatnya.

Manfaat Memiliki Asuransi Perjalanan

Manfaat Memiliki Asuransi Perjalanan
Image Credit: Lifepal.co.id

Seperti asuransi pada umumnya, terdapat berbagai macam manfaat yang akan Anda dapatkan jika memiliki asuransi perjalanan. Diantara manfaat dan kemudahan yang akan Anda dapatkan antara lain:

1. Menanggung Perawatan Medis

Mengalami sakit atau kecelakaan selama bepergian merupakan hal yang tidak terduga. Karena itu, dengan memiliki asuransi perjalanan, Anda tidak akan terbebani dengan biaya perawatan medis yang mungkin terjadi.

Jenis asuransi ini menanggung biaya perawatan medis karena berbagai hal, dari kecelakaan, mengalami penyakit ketika perjalanan dilakukan, ataupun harus check-up dan konsultasi dengan dokter ketika perjalanan dilakukan.

Nantinya akan ada jenis reimburse ataupun jenis cashless travel insurance yang bisa Anda pilih sesuai kemampuan. Tidak hanya perawatan biaya rumah sakit, namun juga pembiayaan rawat inap yang mungkin akan Anda alami, maupun pembiayaan rawat jalan di perjalanan.

2. Kompensasi Keterlambatan atau Pembatalan Selama Perjalanan

Ketika bepergian, Anda harus selalu datang dengan tepat waktu untuk menghindari keterlambatan. Akan tetapi, keterlambatan bisa juga terjadi karena pengaruh cuaca yang buruk maupun alat transportasi yang tidak datang tepat waktu.

Ketika hal ini terjadi, maka kerugian yang Anda alami akan diganti oleh pihak asuransi. Biasanya yang sering terjadi adalah kasus pembatalan biaya penerbangan. Jika ini terjadi, maka Anda tidak perlu merasa khawatir apabila asuransi perjalanan Anda miliki.

Pihak polis asuransi akan memberikan ganti rugi berupa penginapan yang harus Anda booking kembali. Bisa pula dengan mengatur ulang pembiayaan penjadwalan keberangkatan ulang perjalanan pesawat Anda.

3. Santunan Atas Kematian

Untuk manfaat yang satu ini, maka pihak keluarga yang tertanggung yang mendapatkanya. Pasalnya pihak polis asuransi akan memberikan santunan dengan jumlah tertentu apabila pemegang polis meninggal selama perjalanan masih dilakukan.

Asuransi yang akan diberikan kepada pihak keluarga adalah uang pertangguhan yang dimiliki oleh pemegang polis. Uang pertangguhan tersebut akan diberikan kepada ahli waris yang berhak menerima santunan. Dengan memberikan santunan tersebut, beban finansial yang mungkin dialami oleh keluarga bisa diringankan.

Akan tetapi, besar santunan yang diberikan tidak tetap antara satu perusahaan polis yang satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut juga berbeda tergantung jumlah premi yang dipilih oleh pihak yang tertanggung.

4. Kerusakan Bagasi Maupun Kehilangan Barang

Kerusakan Bagasi Maupun Kehilangan Barang
Image Credit: Blog.reservasi.com

Ketika sedang melakukan perjalanan, Anda tentu juga beresiko untuk kehilangan barang maupun bagasi. Hal ini tidak perlu membuat Anda khawatir karena hal tersebut akan di cover oleh asuransi perjalanan yang sudah Anda pilih sebelumnya.

Misalnya ketika bepergian Anda kehilangan paspor dan identitas diri, maka biaya pembuatannya akan ditanggung oleh pihak polis asuransi. Hal yang sama jika Anda memiliki jenis asuransi perjalanan model bisnis.

Ia tidak hanya akan melindungi Anda dari pembiayaan kesehatan, namun juga resiko kehilangan barang yang mungkin terjadi selama perjalanan berlangsung. Kehilangan tersebut antara lain dokumen penting, gadget, laptop, maupun alat lain yang penting untuk keperluan bisnis

5. Perlindungan Rumah yang Ditinggalkan

Rumah Anda akan tetap terlindungi selama Anda melakukan perjalanan ke dalam ataupun luar negeri. Perlindungan tidak hanya untuk rumah, namun juga berbagai properti yang akan Anda tinggalkan selama perjalanan tersebut. Misalnya rumah Anda mengalami kebakaran ataupun terkena bencana alam.

Perampokan juga menjadi hal yang akan dicover oleh polis asuransi jika Anda memiliki asuransi perjalanan. Dengan begitu, ketika Anda melakukan perjalanan di luar negeri atau setidaknya di kota lain, Anda tidak cemas dengan rumah yang Anda tinggalkan.

Rumah tersebut dalam keadaan aman dan sudah mendapatkan perlindungan oleh polis asuransi. dengan adanya keuntungan tersebut, tentu Anda sudah mempertimbangkan untuk menggunakan asuransi ini selama perjalanan yang Anda lakukan berlangsung.

6. Biaya Pemulangan Jenazah

Tidak hanya melakukan cover benda materiil dan kesehatan saja, proses pemulangan jenazah juga dicover oleh asuransi perjalanan. Ini karena kematian bisa terjadi kapan saja, bahkan saat Anda sedang melakukan perjalanan sekalipun.

Jika Anda meninggal ketika sedang berada di luar negeri, misalnya, maka pemegang polis bisa melakukan pemulangan jenazah ketika tidak ada keluarga dekat atau teman yang mendampingi.

Apabila ini benar terjadi, maka biaya perawatan jenazah hingga pemulangannya ke tanah air dan rumah Anda akan ditanggung oleh pihak asuransi. Ini merupakan pilihan yang tepat untuk mulai menggunakan asuransi perjalanan jika Anda bepergian seorang diri.

7. Biaya Kunjungan Keluarga

Biaya Kunjungan Keluarga
Image Credit: Harga.web.id

Berikutnya adalah biaya kunjungan yang dilakukan oleh keluarga, ketiak pihak pemegang polis ternyata mengalami kecelakaan dan perlu dirawat di rumah sakit. apabila terjadi peristiwa yang demikian, maka Anda tidak perlu bingung memikirkan biaya pihak keluarga yang datang untuk mendampingi Anda.

Jika sedang sakit di luar negeri selama perjalanan, Anda tidak perlu khawatir sebab pihak polis akan menghadirkan orang terdekat kepada Anda. Proses perjalanan yang akan dilakukan oleh pihak keluarga nantinya akan dibagi menjadi dua, yakni reimburse dan cashless.

Kedua jenis asuransi tersebut telah dijelaskan dalam jenis asuransi sebelumnya, sehingga Anda hanya perlu memilih mana yang sekiranya tepat dan sesuai dengan budget yang Anda miliki. Keduanya juga memiliki keuntungan yang berbeda, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Demikianlah berbagai hal menarik yang sebaiknya Anda ketahui dan pelajari dulu sebelum membeli dan menggunakan asuransi perjalanan. Semoga informasi tersebut dapat membantu Anda, terutama yang banyak melakukan aktivitas ke luar negeri dan kota lain untuk urusan bisnis.